Solok  

Wako Zul Elfian Kunjungi PT FSTJ Bahas Pengelolaan Beras Solok

Wali Kota Solok Zul Elfian berkunjung ke PT
Wali Kota Solok Zul Elfian berkunjung ke PT Food Station Tjipinang Jaya di Jakarta. (Foto: Ist) 

 

Patrolmedia.co.id, Solok – Wali Kota Solok Zul Elfian berkunjung ke PT Food Station Tjipinang Jaya (FSTJ) membahas ketersediaan dan pengelolaan beras Solok.

Kunjungan kerja (Kunker) Zul Elfian
disambut Dirut FSTJ, Pamrihadi Wiraryo bersama jajarannya, di Jakarta (19/6/2021).

Zul Elfian mengakui, sampel beras Solok yang dikemas FS merupakan harapan dan kebanggaan tersendiri. Ia berharap bisa terwujud dengan baik.

“Hal ini dilakukan lebih didasari pada upaya peningkatan kesejahteraan petani. Tidak saja pengusaha besar yang untung akan tetapi petani juga dapat menikmati,” kata Zul Elfian.

Zul Elfian akan melakukan langkah kedepan sebagaimana saran PT. Food Station yang merupakan BUMD DKI Jakarta, agar nantinya konkrit lebih lanjut berujung kerjasama.

“Apresiasi atas kesediaan dan peluang yang diberikan Food Station untuk pengelolaan beras Solok yang memiliki indikasi geografis,” ucapnya.

Direktur FS Pamrihadi Wiraryo menyampaikan hasil kunjungan timnya ke Kota Solok terkait kerjasama beras Solok.

“Beras Solok telah mendapat sertifikasi indikasi geografis untuk varietas beras anak daro dan cisokan,” kata Pamrihadi.

Ia mengatakan Covarage Area Beras Solok IG untuk wilayah Solok seluas 593,57 Ha di Kecamatan Lubuk Sikarah dan 225,75 Ha untuk Kecamatan Tanjung Harapan.

Pihaknya telah menguji sampel beras anak daro dan cisokan untuk uji standard quality premium.

“Saat ini baru yang melewati jenis beras Anak Daro dan itu berada di Kota Solok” ungkap Pamrihadi.

Disamping itu Pamrihadi menyampaikan adanya sedikit kendala seperti padi saat ini masih banyak yang belum murni, hal itu ketergantungan dengan tengkulak.

Kemudian, proses panen beras Solok masih manual dan Pposes pengeringan serta produksinya masih konvensional.

“Untuk kerjasama perlu dilakukan pembentukan dan penunjukkan badan usaha ; Ketersediaan benih murni; pendataan lahan petani yang sesuai Indikasi Geografi ; Tersedianya infrastruktur pasca panen (Dry dan Rice Mill Unit). Food Station akan membantu dalam hal kerjasama alih ilmu dan teknologi,” kata Pamrihadi.

Penulis: Niko Irawan
Editor: Yogi Subroto