Menurutnya, Infeksi juga membahayakan petugas medis sendiri karena mereka beresiko tertular infeksi di tempat kerja yang penatalaksaan umumnya sulit dan mahal.
“Keluarga pasien dan pengunjung juga berpotensi menularkan penyakit dari komunitas kepada pasien yang sementara dirawat, namun mereka juga berpotensi tertular infeksi,” ungkap Hartini.
Kejadian infeksi adalah infeksi yang didapat atau timbul pada waktu pasien dirawat di puskesmas, hal ini merupakan persoalan serius yang dapat menjadi penyebab langsung atau tidak dapat langsung kematian pasien.
“Beberapa kejadian infeksi mungkin tidak menyebabkan kematian pasien akan tetapi dapat menjadi penyebab penting pasien dirawat lebih lama,” kata Hartini.
Penyebabnya, lanjut dia, karens kuman yang berada di lingkungan puskesmas oleh kuman yang sudah dibawa oleh pasien sendiri, yaitu kuman endogen.
Dari batasan itu dapat disimpulkan, kejadian infeksi adalah infeksi yang secara potensial dapat dicegah. Salah satu hal yang perlu disadari bahwa kualitas pencegahan dan pengendalian infeksi di puskesmas yang masih sangat rendah, berdampak pada rendahnya mutu pelayanan maupun bertambahnya beban yang harus ditanggung oleh penderita.
“Maka melalui kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan yang meliputi kualitas pelayanan, manajemen risiko, clinical governance dan keselamatan kerja di Puskesmas,” kata Hartini.
Acara tersebut diikuti 80 peserta, terdiri dari petugas ke 4 Puskesmas di Solok. Adapun menjadi narasumber Ansar Bonas Ketua HIPPII Padang dan Zilda Enggreini anggota HIPPI Padang.
Penulis: Niko Irawan
Editor: M. Ichsan






















