“Hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya bekas luka tanda-tanda penganiayaan. Korban murni gantung diri,” kata Aipda Agung, Rabu (31/7/2019).
Ia mengatakan Hariyono yang berprofesi sebagai penjaga kamar mayat di RSUD Gambiran itu nekat mengakhiri hidupnya, diduga karena permasalahan keluarganya.
“Kami menduga hubungan dengan istrinya tidak harmonis dan sering cekcok,” kata Agung.
Ia menyebut pihak keluarga menolak korban untuk dilakukan otopsi. Karena kejadian tersebut dianggap musibah.
“Pihak keluarga korban menolak di otopsi, mereka menganggap kejadian ini musibah,” kata Agung.
Hariyono diketahui gantung diri pada Selasa 30/7/2019 sekitar pukul 15.00 WIB.
Peristiwa itu di laporkan perangkat desa ke Polsek Wates pada pukul 15.30 WIB. (Cahyo)






















