Keuangan Berbasis Syariah Jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi, Batam Berpeluang

Kepala BP Batam, Edy Putra Irawady menjadi narasumber di seminar Kepri Syariah dan Halal Festival (Syahfest) 2019. (Foto: Ist)

Produk halalan thayyiban diperlukan ekosistem yang baik, tantangannya adalah membangun light touch. Artinya, regulasi dan birokrasi jangan terlalu banyak mengganggu, selanjutnya no invisible authority atau peraturan yang mengganggu.

“Kedua itu namanya ekosistem berbasis syariah dan Batam punya potensi besar untuk produk itu,” paparnya.

Hal itu, menurut Edy, akan menunjukan semakin banyak usaha berbasis syariah dan mendorong tumbuhnya para pelaku ekonomi baru dan wiraswasta serta wadah pemberdayaan komunitas dan individu.

Ekonomi berbasis syariah dapat dicapai melalui penguatan nilai halal dengan mengembangkan ekosistem dari berbagai tingkat bisnis seperti di fashion syar’i, makanan halal, wisata halal, ekonomi kreatif, halal industri logistik dan energi terbarukan.

“Dimana peluang ekonomi itu sejalan dengan pengembangan Batam saat ini dan kedepannya,” katanya.

Edy meyakini, dengan peran BI Kepri dan seluruh elemen di Batam, BP Batam akan terus berkomitmen dan mendukung penuh langkah-langkah strategis mendorong pertumbuhan produk halal berbasis keuangan syariah khususnya Kepri yang berkelanjutan (sustainable) pada 2019.