
“Sementara posisi real saat ini 88,4 persen terhadap pembayaran tahun lalu pada posisi November 2018,” katanya.
Estimasinya, jika Desember ini masih stabil pada angka rata-rata pembayaran klaim, maka persentasinya dari 88,4 persen bisa mencapai 97,5 persen, karena penghitungan per Desember ini belum di total.
Simak juga: BPJS Ketenagakerjaan Sosialisasikan Program Jaminan Pensiun Bagi 150 PDS
Surya menyebut, dibanding 2017, klaim JKK dan JP pada tahun 2018 mengalami peningkatan, sedangkan JKm dan JHT tahun ini menurun.
“Klaim JHT tahun lalu (2017) meningkat disebabkan karena banyaknya perusahaan yang hengkang dari Batam sehingga klaim JHT peserta saat itu melonjak naik,” katanya.
Kata Surya, meskipun masih ada 62 perusahaan yang tutup sepanjang 2018 ini, bukan berarti investasi menurun.
“Faktanya masih banyak perusahaan yang tumbuh, investasi di Batam naik mencapai 10 persen,” katanya.
Ngopi bareng dihadiri juga oleh Kabid Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya Ruszian Dedy, Kabid Pemasaran Peserta Penerima Upah (PU) Ahmad Fauzan, Kabid Pemasaran Bukan Penerima Upah (BPU) BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya Said Achmad Fuad, Person In Charge (PIC) Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan Batam-Nagoya, Ade Trilaksono, penggagas program Ngobrol Pintar. (Erwin)






















