“Jadi kalau kita cabut yang satu persen, kekayaan penghasilan kita setahun tinggal setengahnya yaitu 1.900. Itu kata penasihat saya, Pak Fuad Bawazier. Jadi kalau kita cabut yang satu persen tinggal setengahnya. Kita per kapita bukan 3.800 dolar, tapi setengahnya, 1.900 kurang lebih, 1.900 dolar per kapita, artinya dibagi rata,” kata Prabowo.
Dari 1.900 itu, sebut Prabowo, masih ada tanggungan utang setiap warga negara. Bahkan, bayi yang belum lahir mendapat tanggungan utang sebesar Rp9 juta per orang.
“Kita semua punya utang. Bahkan anakmu baru lahir, punya utang. Utangnya kurang lebih, 600 dolar. Jadi iya, utang kamu itu 600 dolar. Kurang lebih 600 dolar itu, berapa ya? Ya sekitar sembilan juta. Anakmu baru lahir, utang sudah sembilan juta. Jadi kekayaan kita sebenarnya hanya 1.300 USD per kapita,” sebutnya.
Prabowo juga menyebut Indonesia sama dengan negara terbelakang berpendapatan seminim itu.
Menurut Prabowo Indonesia ia samakan dengan beberapa negara tertinggal yang bahkan sedang menghadapi perang misalnya, Rwanda, Afghanistan, Chad, Ethiopia, Burkina Faso dan lainnya.
“Kita setingkat Rwanda, setelah 70 tahun merdeka kita tetap kacau. Negara kita masih setingkat Burkina Faso yang bahkan laut aja enggak punya,” katanya.
Editor: Chandra Adi Putra






















