
Patrolmedia.co.id, Batam – Namanya Waroeng Dapur Ngebul, tempat makannya rakyat Batam yang datang dari berbagai kalangan, mulai dari pekerja sampai instansi pemerintahan, makan ditempat ini.
Dapur Ngebul tempat makan siang dan malam yang terkenal dengan harganya yang sangat murah meriah, tapi rasanya tidak murahan.
Selama 5 tahun berjualan, pemilik warung makan berkonsep Warung Tegal (Warteg) ini tak pernah putus melayani setiap orang yang datang untuk makan ditempat itu.
Tak heran, 5 karyawannya cukup kewalahan melayani pengunjung dari jam buka mulai pukul 09.00 wib pagi hingga pukul 08.00 wib malam, tempat ini selalu saja diserbu pelanggan yang silih berganti untuk makan ditempat ini.
“Ya begitu lah mas, kita disini tujuannya memberikan kepuasan bagi masyarakat, tak hanya untung yang kita cari, dan harga yang kita kasi memang sangat murah, tapi menu yang kita beri juga memuaskan,” sebut Gianto pemilik Dapur Ngebul kepada Patrolmedia.co.id, Jum’at (27/10/2017) malam.
Gianto (38) sudah memulai usahanya sejak tahun 2013 lalu. Saat itu, ia masih berjualan di pinggir jalan yaitu dikawasan pasar seken Legenda Hang Tuah yang tak jauh dari lokasi saat ini, yakni di ruko Hang Tuah Blok B Nomor 8 Legenda Malaka Batam Center.
“Awalnya saya jualan di pinggir jalan pasar seken, tapi itu 1 tahun aja tahun 2013, setelah itu saya pindah ke sini,” kata dia menceritakan.
Diwarung ini, anda akan menemukan 3 menu favorit yakni Nasi rames dengan lauk, orek tempe, sayur lodeh, mie goreng, plus telor dadar atau telur bulat. Lalu, Nasi pecel dengan sayur toge, bayem, kuah kacang plus telor. Yang ketiga ada Nasi urap (sayur urap), kuah kacang, peyek udang gimbal plus telor.
Uniknya, dari ketiga menu diatas hanya dihargai Rp6 ribu saja per porsi atau per piringnya.
Sangat murah bukan?
Selain itu, Gianto menyebutkan, jika ketiga menu itu ingin ditambahkan dengan lauk yang lain seperti, ikan benggol goreng, peyek udang gimbal, bakso ikan, ayam goreng tepung, oper ayam, ayam kecap (semur) dan sosis sayur, pelanggan cukup menambahkan uang Rp1.000 sampai Rp2.000, jadi totalnya cuma Rp8 ribu saja untuk satu porsi.
“Untuk tambahan lauk, pelanggan cukup menambahkan uangnya seribu sampai dua ribu dari enam ribu, kalo minum pake teh obeng atau teh O, sepuluh ribu saja,” katanya.
Meskipun murah, namun Gianto tetap mengutamakan bahan-bahan baku yang segar dan hieginis. “Bahan baku kita disini mulai dari sayur sampai lauk pauk kita jaga kesegarannya, dan kita berbelanja bahan setiap hari, kecuali setiap hari minggu, kita libur,” katanya.
Waroeng Dapur Ngebul ini, diketahui mampu menghabiskan rata-rata 800 piring setiap harinya.
Pada momen tertentu, Gianto mengklaim pernah menembus hingga 1.200 piring atau porsi. “Untuk momen tertentu kita pernah dapat orderan 1.200 piring untuk kebutuhan orang demo, lalu untuk acara khitanan, dan syukuran kelahiran bayi juga pernah diangka seribu porsi,” kata dia.
Ia menambahkan, Dapur Ngebul juga menerima pesanan seperti katering atau acara tertentu. Untuk pesanan acara atau kegiatan disiapkan berupa nasi kotak, bukan prasmanan. “Untuk pesanan saat ini kita sajikan berupa nasi kotak, harganya Rp12 ribu perkotak dan langsung antar. Untuk pemesanan bisa datang langsung ke alamat kita,” ucap pria asal Ngawi Jawa Timur ini.
Sedangkan, Waskito pelanggan tetap di tempat itu mengakui, kalau hidangan disini cukup memuaskan dan sangat murah. “Jaman sekarang masih ada penjual yang ngasi harga yang sangat murah meriah. Rasanya pun cukup enak, dan mengenyangkan, karna satu piring porsinya banyak juga ya,” ungkap Waskito, saat dijumpai.
Menurutnya, pemilik warung tersebut juga membantu masyarakat kalangan menengah yang ingin makan dengan rasa yang enak tapi murah. “Tak heran kalo dapur ngebul diserbu pelanggan,” katanya. (Erwin)





















