Patrolmedia, Batam – Perekonomian Provinsi Kepri melesat pada Triwulan III 2026. Pertumbuhannya tercatat menyentuh angka 7,52% secara tahunan (year-on-year).
Angka ini menjadi yang paling tinggi di se-Sumatera dan jauh melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 5,29%.
Di balik rekor positif itu, Batam keluar sebagai motor utama. Berdasarkan data, Batam menyumbang rata-rata hingga 66,63% terhadap perekonomian Kepri sepanjang paruh pertama tahun ini.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad, menyambut antusias pencapaian gemilang ini. Menurutnya, angka pertumbuhan tinggi ini membuktikan geliat sektor industri, perdagangan, hingga jasa di Batam berjalan sangat baik dan berdampak langsung ke daerah.
”Pertumbuhan ekonomi Kepri yang mencapai 7,52 persen tentu patut kita syukuri. Terlebih, Batam memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap perekonomian provinsi,” kata Amsakar di Batam Centre, Jumat (6/10/2026).
Ia mengatakan, capaian ini harus menjadi pelecut semangat agar pertumbuhan ekonomi tidak sekadar menjadi deretan angka statistik belaka.
Pemerintah, kata dia, mematok target agar iklim investasi yang masuk benar-benar berkualitas dan mendatangkan kesejahteraan nyata bagi warga.
”Ke depan, kita ingin pertumbuhan ini mampu membuka lebih banyak lapangan pekerjaan, memperkuat industri bernilai tambah, dan bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” ucap Amsakar.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri mencatat, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kepri pada Triwulan III 2026 menembus Rp107,15 triliun atas dasar harga berlaku (ADHB).
Dari sisi lapangan usaha, sektor industri pengolahan menjadi jawara penyumbang terbesar dengan porsi 40,34%.
Disusul kemudian sektor konstruksi sebesar 20,20%, serta sektor pertambangan dan penggalian sebesar 11,15%.
Sementara itu, dari sisi pengeluaran, investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) mendominasi porsi terbesar sebesar 45,87%, diikuti oleh konsumsi rumah tangga sebesar 40,29%.
Amsakar menambahkam, sinergi kuat BP Batam dan Pemko Batam dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga status Batam sebagai kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas yang berdaya saing global.
”Kita ingin Batam terus tumbuh dan semakin maju. Bukan hanya menjadi penggerak ekonomi Kepri, tetapi juga semakin diperhitungkan sebagai kawasan investasi yang kompetitif di tingkat nasional maupun internasional,” tutupnya.
Editor: Erwin Syahril























