Bahlil Sebut RI Bakal Punya Cadangan Minyak 60 Hari, Lokasinya di Sumatra

Cadangan Minyak RI
Bahlil Lahadalia diwawancarai wartawan usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/11/2026). (Foto: Screenshot/Sekretariat Presiden)
Panbil Mall

Patrolmedia, Jakarta – Pemerintah Indonesia bersiap menambah daya tahan cadangan minyak mentah (crude oil) nasional secara signifikan.

Fasilitas penyimpanan (storage) minyak skala besar bakal dibangun di beberapa wilayah Sumatra mulai akhir tahun ini.

Rencana tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/11/2026).

“Kita akan membangun storage di beberapa wilayah Sumatra. Ketika kita melakukan impor crude, itu semuanya bisa ada tempatnya di atas 20 hari. Target kita bisa sampai 60 hari,” kata Bahlil, dikutip dari Sekretariat Presiden.

Proyek infrastruktur energi ini disiapkan sebagai langkah antisipasi terhadap ketidakpastian kondisi geopolitik dunia yang berpotensi mengganggu rantai pasok energi global.

Berikut fakta penting terkait rencana pembangunan storage minyak tersebut:

Studi Kelayakan Tuntas: Feasibility study (FS) proyek storage minyak di Sumatra ini sudah selesai dikerjakan.

Cek Lokasi Akhir Tahun: Peninjauan dan pengecekan lapangan dijadwalkan mulai berjalan pada akhir tahun 2026.

Fokus Keamanan & Aspek Bencana: Penentuan titik lokasi memperhitungkan risiko gempa, mitigasi bencana, serta faktor keamanan lokal.

Sinergi Energi Nabati: Selain penyiapan storage, pemerintah memperkuat ketahanan energi lewat percepatan bioetanol (E20-E50) dan keberlanjutan B50 hasil kolaborasi Kementerian ESDM bersama Kementerian Pertanian.

Bahlil mengatakan, pemilihan lokasi fasilitas penyimpanan cadangan minyak impor ini tidak boleh dilakukan sembarangan karena berikatan langsung dengan faktor keselamatan masyarakat.

“Kita rancang jangan sampai kondisi di mana kita meletakkan storage itu punya potensi besar untuk jadi bencana. Itu menyangkut keselamatan,” pungkasnya.

 

Editor: Iyan