Bisnis  

Tips Hadapi Pasar Modal Bergejolak, BEI: Jangan Ambil Keputusan Impulsif

Pasar Modal bergejolak
Papan aktivitas perdagangan pasar modal Indonesia. (Dok Bloomberg)
Panbil Mall

Patrolmedia, Jakarta – Fluktuasi harga saham kerap memicu kepanikan bagi sebagian investor Pasar Modal. Namun, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengingatkan pentingnya menjaga ketenangan dan tidak mengambil keputusan secara impulsif saat pasar sedang bergejolak.

​Direktur BEI Umi Kulsum menegaskan, ketangguhan seorang investor tidak diukur dari keahliannya menebak arah pasar.

​”Investor yang tangguh adalah investor yang tetap disiplin serta tidak mengambil keputusan secara impulsif ketika pasar berfluktuasi,” ujar Umi, Sabtu (31/10/2026).

Pesan tersebut merupakan bagian dari kampanye World Investor Week (WIW) 2026 yang mengusung tiga isu utama: Investor Resilience, Digital Deception, dan Scam Alert. Di Indonesia, BEI mendukung momentum ini lewat ajang Ring the Bell for Financial Literacy 2026 di Jakarta pada 14 Oktober lalu.

​Kunci Utama Hadapi Fluktuasi Pasar

​Agar tidak mudah goyah akibat pergerakan harga sesaat, berikut sejumlah langkah penting yang bisa diterapkan investor:

​Pahami Tujuan dan Horizon Waktu: Pastikan investasi disesuaikan dengan jangka waktu dan profil risiko masing-masing agar tidak mudah panik.

​Lakukan Diversifikasi: Jangan menaruh seluruh dana pada satu instrumen untuk menekan risiko kerugian.

Kelola Emosi: Hindari rasa panik saat harga turun atau terlalu percaya diri saat harga naik. Bedakan fluktuasi jangka pendek dengan tujuan jangka panjang.

​Perkuat Kondisi Keuangan: Pastikan dana darurat aman dan utang terkelola dengan baik agar tidak terpaksa mencairkan investasi saat pasar sedang merah.

​Evaluasi Berkala: Periksa portofolio secara berkala dan hindari keputusan yang hanya mengekor tren media sosial atau berita sesaat.

​Menjadi investor yang tangguh bukan berarti kebal dari rasa khawatir, melainkan mampu mengelolanya lewat disiplin, literasi keuangan yang baik, dan perencanaan jangka panjang yang matang.

 

Editor: Erwin Syahril | Sumber: BEI Kepri