Patrolmedia, Batam – BP Batam resmi memulai pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih di kawasan Rempang, Batam.
Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menyebut sekolah boarding school ini bakal dilengkapi fasilitas berstandar internasional, untuk mencetak generasi unggul dari kawasan pulau-pulau sekitar (hinterland).
“Indonesia Emas harus diisi oleh anak-anak kita dari Rempang, Galang, Buluh, dan wilayah hinterland lainnya dengan pendidikan yang andal dan bermutu,” kata Li Claudia dalam keterangannya, Jumat (25/9/2026).
Sekolah ini bakal berdiri di atas lahan seluas 18,5 hektare.
Pembangunannya mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA dengan sistem asrama (boarding school).
Pihak BP Batam menargetkan proyek ini bakal rampung pada akhir 2028.
Sementara, Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan, proyek ini jadi langkah penting agar anak-anak daerah tidak tertinggal.
Sekolah tersebut disiapkan khusus untuk memberi kesempatan belajar berkualitas bagi anak-anak kurang mampu di kawasan Rempang-Galang.
“Kita tidak boleh terlambat mendesain pendidikan untuk anak bangsa. Sekolah ini akan mencetak anak-anak hinterland yang siap membangun Batam ke depan,” katanya.
Dukungan serupa juga datang dari Ketua Yayasan Merah Putih, Eddy Hussy.
Ia mengapresiasi BP Batam yang merangkul para pengusaha untuk ikut berinvestasi di dunia pendidikan.
“Harapan kami, sekolah ini menjadi upaya mempersiapkan sumber yang tangguh. Semoga inisiatif mulia ini mendapat dukungan dari semua pihak hingga selesai dan membawa manfaat besar bagi Batam ke depan,” ucapnya..
Sementera, Ketua Tim Pembangunan Sekolah, Robinson Tan, menyebut proyek ini sebagai amanah besar untuk masa depan anak-anak Batam.
“Ini merupakan catatan sejarah buat Kota Batam dan amanah mulia bagi kami,” kata Robinson.
Sebelumnya, pembangunan Sekolah Rakayat itu ditandai dengan seremoni groundbreaking dan pemasangan tiang pancang perdana oleh Amsakar, Li Claudia Chandra, dan Ketua Yayasan Merah Putih Eddy Hussy, Kamis (24/9/2026).
Acara peletakan batu pertama ini turut dihadiri jajaran Forkopimda, pimpinan DPRD Batam, pejabat Polda Kepri, TNI AL, pengusaha lokal, hingga tokoh adat dan masyarakat setempat.
Sekolah Terintegrasi Merah Putih diharapkan melahirkan SDM tangguh demi mendukung target Indonesia Emas 2045.
Editor: Erwin Syahril






















