Patrolmedia, Batam Bintan – Pemerintah Kabupaten Bintan tengah memperjuangkan kemudahan akses bagi warga Batam yang ingin liburan ke Bintan menggunakan kendaraan pribadi.
Saat ini, mobil berplat nomor Batam khususnya fasilitas Free Trade Zone (FTZ) masih mengalami kendala regulasi untuk masuk dan melintas ke wilayah Bintan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kabupaten Bintan, Arief Sumarsono, menuturkan kondisi ini berdampak langsung pada sektor pariwisata daerah.
Arief menyebut alur kunjungan wisatawan antar pulau menjadi terputus lantaran terbatasnya akses transportasi yang bisa dibawa langsung dari pulau tetangga tersebut.
”Mobil dari Bintan dan Tanjungpinang sebenarnya bebas masuk ke Batam lalu pulang kembali. Tapi sebaliknya, mobil plat Batam justru tidak bisa masuk ke Bintan untuk dipakai liburan,” ujar Arief saat ditemui di Grand Mercure Batam Centre, Senin malam (14/9/2026).
Arief menjelaskan, persoalan aturan ini membuat angka kunjungan wisatawan lokal asal Batam ke Bintan mengalami penurunan cukup signifikan.
Banyak warga Batam yang akhirnya batal berwisata bersama keluarga, sebab mereka tak bisa menyeberangkan mobil pribadi naik kapal roro.
“Akhirnya mereka tidak bisa membawa mobil yang mereka punya di Batam, membawa keluarganya untuk liburan ke Bintan,” sebutnya.
Untuk mengatasi masalah tersebut, kata Arief, Pemkab Bintan meminta Pemerintah Provinsi Kepri dan Pemerintah Pusat untuk segera membenahi regulasi serta memberikan diskresi.
Salah satu opsi skema yang diusulkan adalah penerbitan izin melintas khusus dengan jangka waktu tertentu.
”Kami berharap ada regulasi khusus seperti momen libur tahun baru. Misalnya, kendaraan dari Batam diberikan surat jalan dengan batas waktu 3 sampai 5 hari, setelah itu wajib kembali ke Batam,” ujarnya.
Kemudahan izin ini dinilai sangat vital untuk mendongkrak perekonomian daerah.
Menurut Arief, warga Batam juga membutuhkan tempat rekreasi baru di Bintan untuk bersantai dan melepas penat.
Di sisi lain, pembukaan akses penyeberangan mobil ini dipastikan bakal langsung menggairahkan industri pariwisata Bintan.
“Nah ini yang kita harapkan, supaya memang wisatawan lokal dari Batam juga bisa datang ke tempat kami,” kata Arief.
“Karena warga Batam juga membutuhkan tempat-tempat rekreasi atau destinasi-destinasi yang ada di Bintan untuk berlibur,” pungkasnya. (Erwin)






















