Batam  

BP Batam Tegaskan Tak Alergi Dikritik Media, Asal Pakai Data dan Berimbang

BP Batam Dikritik Media
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra. (Foto: Diskominfo Batam / Ricky W)

Patrolmedia, Batam – BP Batam menegaskan tidak alergi terhadap kritikan dari media. Kritik justru dinilai penting sebagai bagian dari kontrol sosial dan bahan evaluasi pemerintah.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan pemerintah membutuhkan media yang tetap kritis, independen, dan profesional.

Namun, kritik yang disampaikan diharapkan berdasarkan data serta melalui proses jurnalistik yang benar.

“Kami tentu ingin media tetap kritis. Kritik itu penting. Tetapi kritik yang kuat lahir dari proses jurnalistik yang kuat, ada verifikasi, konfirmasi, data, dan keberimbangan,” kata Ariastuty dalam keterangannya, Jumat (28/8/2026).

Menurutnya, kritik berbasis data akan menjadi masukan yang konstruktif bagi pemerintah.

Karena itu, BP Batam membuka ruang komunikasi dengan insan pers untuk memastikan informasi yang diterima masyarakat utuh dan berimbang.

Hal tersebut sejalan dengan semangat Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, yang terus mendorong komunikasi dan silaturahmi dengan para pemimpin redaksi serta insan media di Batam.

Ariastuty menegaskan, silaturahmi tersebut bukan untuk membatasi kritik media. Sebaliknya, komunikasi yang terbuka diharapkan membuat pemerintah dan media dapat saling memberikan informasi dan memahami persoalan dari sudut pandang masing-masing.

“Silaturahmi ini bukan untuk membatasi ruang kritik, tetapi justru membuka ruang dialog agar pemerintah dan media bisa saling mendengar dan memahami,” kata Tuty.

Ia mengatakan,BP Batam juga punya tanggung jawab untuk memberikan akses informasi dan ruang konfirmasi kepada media.

Jika ada data atau kebijakan yang belum jelas, pemerintah siap memberikan penjelasan.

“Kami tidak membutuhkan media yang hanya memuji pemerintah. Kami membutuhkan media yang kritis dan profesional,” kata Tuty.

“Kalau kritiknya berdasarkan data dan melalui proses verifikasi serta konfirmasi, tentu itu menjadi bagian penting bagi pemerintah untuk berbenah,” lanjutnya.

Ariastuty berharap hubungan pemerintah dan media tidak cuma terjalin ketika muncul persoalan.

Komunikasi sejak awal dinilai penting agar pemerintah dapat menjelaskan kebijakan, sementara media dapat menyampaikan aspirasi masyarakat.

Dengan komunikasi yang sehat, ia berharap masyarakat menjadi pihak yang paling diuntungkan karena mendapat informasi pembangunan Batam secara lengkap, akurat, dan berimbang.

 

 

Editor: Iyan