Daftar Saham PER LQ45 Terendah dan Tertinggi 7 Juli 2026, BBNI dan CUAN Jadi Sorotan

Perbandingan Valuasi Saham LQ45: Dari yang Paling Murah Hingga Termahal

Pada penutupan perdagangan 7 Juli 2026 di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham PT Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) diperdagangkan dengan rasio harga berbanding laba (price earning ratio/PER) sebesar 3,37 kali. Di ujung lain daftar yang sama, saham PT Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) dihargai pasar 211,67 kali labanya, alias 63 kali lipat lebih mahal dari JPFA.

Kedua perusahaan ini sama-sama menjadi anggota LQ45, indeks yang menghimpun saham-saham paling likuid dan dianggap memiliki fundamental kuat. Namun, pada hari itu, keduanya menunjukkan perbedaan valuasi yang sangat signifikan.

Berikut adalah daftar 10 saham terendah dalam LQ45 berdasarkan PER:

  • JPFA: Harga saham Rp2.090, PER 3,37, PBV 1,19, perubahan +4,50%
  • INKP: Harga saham Rp7.425, PER 3,83, PBV 0,34, perubahan +4,95%
  • BBTN: Harga saham Rp1.220, PER 3,86, PBV 0,47, perubahan +4,72%
  • HRTA: Harga saham Rp1.805, PER 4,79, PBV 2,28, perubahan -0,55%
  • INDF: Harga saham Rp6.675, PER 4,95, PBV 0,76, perubahan -3,26%
  • CPIN: Harga saham Rp3.180, PER 5,06, PBV 1,42, perubahan +3,58%
  • ANTM: Harga saham Rp2.930, PER 5,17, PBV 1,81, perubahan -0,34%
  • PGAS: Harga saham Rp1.405, PER 5,53, PBV 0,71, perubahan 0,00%
  • BBNI: Harga saham Rp3.470, PER 5,72, PBV 0,80, perubahan +5,79%
  • TOWR: Harga saham Rp374, PER 5,84, PBV 0,79, perubahan +0,54%

Yang menonjol dari daftar ini bukan hanya soal murah, melainkan lima dari 10 nama justru naik lebih dari 3% pada hari yang sama, tanda bahwa valuasi rendahnya mulai dilirik pasar.

Saham PT Bank Negara Indonesia (BBNI) paling mencolok: kenaikan 5,79% dalam sehari menjadikan harga saham ini naik paling bongsor di seluruh daftar ini. Nilai transaksinya pun mencapai Rp206,8 miliar, terbesar kedua di antara 10 saham LQ45 dengan PER terendah.

Di sisi lain, saham PT Indofood Sukses Makmur (INDF) menjadi pengecualian yang patut dicatat: PER-nya termasuk murah (4,95x), tapi harganya justru turun 3,26%, menjadi satu-satunya saham dalam daftar ini yang turun paling tajam.

Daftar 10 Saham Termahal dalam LQ45

Berikut adalah daftar 10 saham teratas dalam LQ45 berdasarkan PER:

  • CUAN: Harga saham Rp635, PER 211,67, PBV 12,21, perubahan +3,25%
  • GOTO: Harga saham Rp50, PER 50,00, PBV 1,79, perubahan 0,00%
  • BUMI: Harga saham Rp140, PER 35,00, PBV 1,87, perubahan -0,71%
  • UNTR: Harga saham Rp24.000, PER 34,83, PBV 0,93, perubahan +0,84%
  • DEWA: Harga saham Rp310, PER 34,44, PBV 1,60, perubahan -2,52%
  • SMGR: Harga saham Rp1.520, PER 31,67, PBV 0,24, perubahan +8,19%
  • MBMA: Harga saham Rp510, PER 26,84, PBV 2,00, perubahan 0,00%
  • BRPT: Harga saham Rp1.580, PER 23,94, PBV 3,74, perubahan +4,98%
  • AMMN: Harga saham Rp3.560, PER 23,73, PBV 2,76, perubahan +3,19%
  • MDKA: Harga saham Rp2.720, PER 17,00, PBV 4,59, perubahan +0,37%

Saham CUAN berdiri di kelasnya sendiri, PER-nya empat kali lipat dari nama kedua tertinggi (GOTO), dan rasio harga berbanding nilai buku (price to book value/PBV) 12,21 kali-nya jauh melampaui semua nama lain di kedua tabel gabungan ini.

Ini valuasi yang mencerminkan taruhan besar pasar terhadap masa depan perusahaan, bukan kinerja hari ini. Tapi anomali paling menarik justru datang dari saham PT Semen Indonesia (SMGR). PBV-nya cuma 0,24 kali, bahkan lebih murah dari PT Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) yang hanya 0,34 kali, namun PER SMGR 31,67 kali, membuatnya masuk kelompok termahal.

Dua saham ini jadi cermin terbalik: sama-sama dihargai jauh di bawah nilai buku, tapi nasib labanya berlawanan arah. INKP konsisten murah di kedua metrik, sementara SMGR murah dari sisi aset namun mahal dari sisi laba, sinyal bahwa aset besarnya sedang tidak diimbangi laba yang sepadan.

Menariknya, SMGR juga mencatat kenaikan harga terbesar di seluruh 20 nama gabungan kemarin (7/7), yaitu mencapai 8,19%. Dua nama lain di kelompok ini, PT Barito Pasifik (BRPT) naik harga 4,98% dan PT Amman Mineral Internasional (AMMN) naik harga 3,19%, menunjukkan pola berbeda dari SMGR. Mereka naik signifikan dengan nilai transaksi yang juga terbesar di grup PER-tertinggi (Rp441,2 miliar dan Rp193,8 miliar).

Saham PT Bumi Resources (BUMI) mencatat volume transaksi tertinggi di antara seluruh 20 saham dalam dua tabel ini, yakni lebih dari satu miliar lembar saham berpindah tangan hari itu. Tapi karena harganya cuma Rp140 per lembar, nilai transaksinya “hanya” Rp144,2 miliar.