Scaloni & Messi: Strategi Jitu Jaga Bintang Piala Dunia 2026

Lionel Scaloni dan Lionel Messi: Komunikasi Intens Menjelang Piala Dunia 2026

Menjelang gelaran akbar Piala Dunia 2026, pelatih tim nasional Argentina, Lionel Scaloni, menunjukkan pendekatan yang berbeda dalam mengelola bintang utamanya, Lionel Messi. Alih-alih membuat keputusan sepihak, Scaloni mengutamakan dialog intens dengan Messi, terutama terkait kondisi fisiknya yang menjadi sorotan utama. Keputusan bijaksana menjadi kunci bagi Scaloni dalam menentukan peran “sang jimat” La Albiceleste di turnamen empat tahunan ini.

Messi sendiri belum memberikan kepastian mutlak mengenai partisipasinya di Piala Dunia 2026. Meskipun namanya tercantum dalam daftar 26 pemain yang dipanggil, spekulasi mengenai kesiapannya terus mengemuka. Usianya yang telah menginjak 38 tahun menjadi pertanyaan besar terkait kemampuannya untuk bersaing di level tertinggi sepak bola dunia. Namun, harapan agar sang megabintang kembali mengenakan ban kapten dan memimpin Argentina mempertahankan gelar juara dunia yang diraih di Qatar 2022 tetap membuncah.

Dalam sebuah kesempatan wawancara, Scaloni mengungkapkan pandangannya mengenai potensi Messi tampil di Piala Dunia untuk keenam kalinya. Menurutnya, hal tersebut bukanlah sebuah kejutan. “Dia akan bermain selama masih menginginkannya. Kita semua tahu siapa Messi, jadi tidak mengherankan jika dia tampil di Piala Dunia keenamnya,” ujar Scaloni. Ia menambahkan bahwa Messi masih memiliki semangat dan dedikasi yang sama, bahkan setelah meraih hampir seluruh gelar bergengsi, termasuk empat trofi internasional bersama Argentina dalam beberapa tahun terakhir.

Motivasi Tanpa Batas Sang Kapten

Scaloni menilai bahwa mentalitas kompetitif Messi menjadi salah satu faktor utama yang membuatnya tetap konsisten di level tertinggi. Pelatih berusia 48 tahun ini bahkan melihat bahwa Messi masih menunjukkan rasa “tidak puas” terhadap detail-detail kecil dalam pertandingan, sebuah sikap yang membedakannya dari kebanyakan pemain profesional lainnya. Dorongan untuk terus berkembang ini terlihat jelas sejak Messi bergabung dengan Inter Miami. Meskipun telah mengumpulkan segudang pencapaian, sang penyerang tetap berupaya meningkatkan performanya dan mendorong rekan-rekannya untuk meraih hasil terbaik. “Dia tetap menjadi yang terbaik karena dia selalu menginginkan lebih dan menunjukkan bahwa dia menginginkan lebih,” tegas Scaloni.

Pengelolaan Menit Bermain dan Komunikasi Intens

Menyikapi format Piala Dunia yang semakin besar, Scaloni juga memberikan perhatian khusus pada pengelolaan menit bermain Messi. Ia menegaskan bahwa setiap keputusan terkait kondisi fisik dan keterlibatan Messi dilakukan melalui komunikasi yang intens antara tim pelatih dan pemain. “Setiap keputusan yang kami ambil, kami diskusikan dengannya. Tidak ada gunanya bagi saya untuk duduk di sini dan mengatakan bahwa saya yang memutuskan: dalam kasusnya, dan saya pikir itu pantas, saya akan selalu berbicara dengannya dan menanyakan kabarnya, lalu kita lihat apakah kita mencapai kesepakatan,” jelas pelatih kelahiran 16 Mei 1978.

Scaloni percaya bahwa pendekatan ini sangat penting, terutama mengingat dampak besar yang diberikan Messi bagi Argentina, bahkan ketika kondisinya belum optimal. “Saya pikir harus seperti itu, karena saya ulangi, dia, meski berada di lapangan dengan banyak kesulitan, telah memberi kami banyak hal. Jadi ada saat-saat di mana justru lebih baik dia dalam kesulitan karena segala hal yang dia hasilkan,” tambahnya.

Saat ini, Argentina tengah mematangkan persiapan melalui serangkaian laga uji coba sebelum memulai misi mempertahankan gelar juara dunia. Setelah menghadapi Honduras dan Islandia dalam pertandingan pemanasan, La Albiceleste akan memulai perjuangan mereka di turnamen dengan menghadapi Aljazair. Perhatian publik akan kembali tertuju pada Messi, sang kapten ikonik, untuk melihat apakah ia mampu mengukir kemenangan bersejarah lainnya bagi negaranya.

Idola dari Lapangan Voli: Loudry Maspaitella

Di tengah euforia Piala Dunia 2026, bahkan legenda bola voli Indonesia, Loudry Maspaitella, turut angkat bicara mengenai prediksinya. Mantan setter Timnas Voli Putra Indonesia ini menjagokan enam timnas sebagai favorit juara, yaitu Argentina, Prancis, Spanyol, Brasil, Jerman, dan Inggris. “Karena ini masih fase awal, negara-negara itu yang menjadi favoritku,” ungkap Loudry.

Tidak hanya tim favorit, Loudry juga memiliki pemain idola di turnamen sepak bola terbesar ini. Ia menyebutkan tiga pesepak bola favoritnya, di mana Lionel Messi menjadi salah satunya. “Kalau pemain favorit ada Messi, Gavi, dan Pedri,” ujar Loudry Maspaitella, menunjukkan bahwa popularitas dan kehebatan Messi melintasi batas disiplin olahraga.