Malasari: Refleksi Sejarah HJB ke-544 dari Era Prabu Siliwangi

Bogor Memasuki Usia 544 Tahun: Perjalanan Penuh Cinta, Pesta Rakyat, dan Harapan Masa Depan

Kabupaten Bogor, yang dikenal sebagai Bumi Tegar Beriman, baru saja merayakan Hari Jadi Kabupaten Bogor (HJB) ke-544 dengan gegap gempita. Perayaan yang berlangsung selama sebulan penuh ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sebuah penanda perjalanan panjang yang sarat makna. HJB sendiri merujuk pada peristiwa bersejarah penobatan Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi) sebagai Raja Kerajaan Sunda Pakuan Pajajaran pada Juni 2026 1482, yang menjadikan wilayah Bogor sebagai pusat kekuasaannya. Lebih dari lima abad berdiri kokoh di tengah keindahan alam pegunungan yang asri, Kabupaten Bogor terus menyimpan harapan besar bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakatnya.

Pesan Bupati: Cinta, Pengabdian, dan Kerja Keras Membangun Daerah

Dalam peringatan HJB ke-544, Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan pesan mendalam. Ia menekankan bahwa usia 544 tahun bukanlah rentang waktu yang singkat, melainkan sebuah perjalanan sejarah yang terbentang luas, dibangun di atas fondasi cinta, pengabdian, dan kerja keras seluruh elemen masyarakat. Momen ini seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai bertambahnya usia daerah, melainkan sebagai pemantik semangat kolektif untuk melangkah maju.

“HJB menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian dalam membangun daerah yang kita cintai bersama,” ujar Rudy. Ia mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bogor untuk menyatukan langkah, mempererat tali persaudaraan, serta menghadirkan program-program pembangunan yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas. Dengan semangat persatuan, Bupati menyerukan, “Bergerak serempak, nyata berdampak. Dari Kabupaten Bogor untuk Indonesia. Salam Bogor Istimewa, Salam Bogor Gemilang, Kuta Udaya Wangsa.”

Rangkaian HJB ke-544 dirancang sebagai ruang kolaborasi yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, komunitas, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), seniman, hingga generasi muda. Berbagai kegiatan yang diselenggarakan bertujuan tidak hanya untuk memeriahkan perayaan, tetapi juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, sektor pariwisata, olahraga, serta pelestarian budaya Sunda. Bupati berharap Kabupaten Bogor terus tumbuh menjadi daerah yang maju, berbudaya, dan memiliki daya saing, tanpa melupakan akar sejarah serta nilai gotong royong yang telah menjadi ciri khas masyarakatnya.

Rangkaian Acara Penuh Semarak: Dari Olahraga Hingga Pelestarian Budaya

Pemerintah Kabupaten Bogor telah menyiapkan serangkaian agenda kegiatan yang meriah untuk memeriahkan HJB ke-544, berlangsung mulai 10 Mei hingga 29 Juni 2026.

  • Pembukaan Resmi (10 Mei 2026): Rangkaian HJB ke-544 secara resmi dibuka dengan pelepasan peserta Bogorun di Taman Budaya Sentul oleh Bupati Bogor. Pada hari yang sama, kemeriahan berlanjut di Stadion Pakansari dengan gelaran Festival Budaya Nusantara XVII.

  • Rekor MURI (18-22 Mei 2026): Salah satu agenda yang paling dinanti adalah target pemecahan rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui kegiatan Gelar Pelayanan Publik 100 Jam Non-Stop. Selama lima hari berturut-turut, Mal Pelayanan Publik (MPP) akan beroperasi tanpa henti untuk melayani berbagai kebutuhan masyarakat.

  • Peningkatan Kompetensi dan Literasi: Pemerintah daerah juga memfokuskan diri pada penguatan kompetensi pegawai melalui Webinar ASN Kabupaten Bogor. Selain itu, peningkatan literasi pelajar menjadi prioritas melalui program OB Van Teman FM Goes to School yang menyambangi berbagai sekolah sepanjang bulan Mei dan Juni.

  • Malam Puncak Meriah: Menjelang akhir Mei, suasana malam di pusat pemerintahan akan semakin hidup dengan adanya HJB Run Night dan Car Free Night (CFN) Istimewa pada Sabtu, 30 Mei 2026. Acara ini akan diwarnai atraksi seni, fire dance, barongsai, serta peresmian operasional Skywalk Tegar Beriman. Keesokan harinya, Minggu, kemeriahan berlanjut dengan CFD Istimewa yang menyatukan kegiatan bebas kendaraan dari berbagai kecamatan.

  • Puncak Peringatan di Desa Malasari (2-Juni 2026): Puncak peringatan HJB ke-544 tahun ini dipusatkan di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung. Rangkaian acara meliputi Gowes Napak Tilas Bogor, sebuah perjalanan bersepeda dari Pendopo Bupati Cibinong menuju Pendopo Bupati Malasari. Akan ada pula pertunjukan Wayang Golek dan Turnamen Volly Istimewa di Lapangan Citalahab. Puncak acara akan ditutup dengan upacara pokok dan Sidang Paripurna HJB ke-544 sebagai momentum refleksi perjalanan sejarah daerah selama lebih dari lima abad.

  • Tanggung Jawab Lingkungan (5 Juni 2026): Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap alam, agenda Ngalokat Cai akan dilaksanakan. Kegiatan ini mencakup penebaran ikan endemik di Hulu Ciliwung (Telaga Saat), pengendalian ikan sapu-sapu di wilayah hilir, hingga aksi bersih-bersih sungai serentak di 40 kecamatan.

  • Penutupan Meriah dan Penguatan UMKM (28 Juni 2026 – Awal Juli): Seluruh rangkaian perayaan akan ditutup dengan kemegahan Helaran HJB ke-544 di Pakansari pada Minggu, 28 Juni 2026. Dilanjutkan dengan Pembukaan Gebyar UMKM di Cibinong City Mall (CCM) yang akan berlangsung hingga awal Juli, sebagai upaya penguatan ekonomi lokal.

Berbagai kegiatan lainnya turut memeriahkan bulan Mei dan Juni, antara lain: upacara Hari Kebangkitan Nasional, tabligh akbar dan doa bersama HJB, Melody Fest May Edition, Shalat Idul Adha, festival istimewa, pameran buku dan aneka lomba kreatif, Duta Genre, festival olahraga sepatu roda, kejuaraan Drumband Antar Pelajar se-Kabupaten Bogor, nikah gratis, jalan sehat Kormi, pameran mobil listrik, festival karinding, HJB Run Night, Bogor Hujan Trail Adventure, upacara kelahiran Pancasila dan ziarah HJB, festival warna warni tatar sunda, festival olahraga tradisional, turnamen billiard ASN, BTV Semesta Berpesta 2026, Golf Tournament 2026, Pesta Bebas Berselancar (PBB), Festival Film Kabupaten Bogor, dan Pasanggiri Mojang Jajaka.

Harapan Masyarakat: Pemerataan Pembangunan dan Ruang Publik yang Memadai

Menyambut usia baru Kabupaten Bogor, berbagai harapan dan aspirasi turut mengemuka dari masyarakat. Dinda Aulia (25), warga Kecamatan Bojong Gede, menyoroti pentingnya pemerataan pembangunan dan penyediaan ruang publik yang memadai. Ia mengungkapkan bahwa pusat pembangunan di Kabupaten Bogor masih terasa timpang dan cenderung berpusat di wilayah tertentu seperti Sukahati dan Cibinong. Mengingat luasnya wilayah Kabupaten Bogor, ia berharap pemerintah daerah dapat memperluas jangkauan pembangunan secara adil ke wilayah penyangga lainnya.

“Pemerataan pembangunan itu masih enggak merata ya, selalu dipusatkan di daerah Sukahati dan Cibinong. Sedangkan Kabupaten Bogor itu luas, jadi harusnya bisa lebih merata lagi, terutama mulai melebar ke daerah sekitarnya, termasuk Bojong Gede ataupun Parung,” ujar Dinda.

Selain masalah infrastruktur dan pemerataan pembangunan, Dinda juga menyoroti minimnya fasilitas ruang publik yang memadai untuk menampung aktivitas warga. Dengan jumlah penduduk Kabupaten Bogor yang sangat besar, keberadaan alun-alun dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dinilai masih sangat kurang. Ia berharap momentum HJB ke-544 ini dapat menjadi titik balik bagi Pemerintah Kabupaten Bogor untuk memperbanyak pembangunan alun-alun di berbagai kecamatan.

“Untuk alun-alun harus bisa diperbanyak sih. Karena masyarakat Kabupaten Bogor itu banyak banget dan luas banget, jadi harusnya ruang terbuka hijau itu bisa lebih banyak,” tambahnya.

Masyarakat berharap, di usianya yang semakin matang ini, pemerintah tidak hanya fokus pada pusat kota, tetapi juga mampu menyentuh kebutuhan masyarakat di wilayah-wilayah kecamatan demi terwujudnya Kabupaten Bogor yang nyaman dan maju secara merata.