Persikotas Tasikmalaya Hadapi Jalan Terjal Menuju 32 Besar Liga 4, Hasil Imbang Lawan PS Daygun Picu Kekecewaan
Perjalanan Persikotas Tasikmalaya untuk mengamankan tiket ke babak 32 besar putaran Nasional Liga 4 Piala Presiden 2026 kini dihadapkan pada rintangan yang signifikan. Dalam pertandingan krusial yang digelar di Stadion Abu Bakrin, Kota Magelang, Jawa Tengah, tim berjuluk Laskar Wiradadaha ini harus puas dengan hasil imbang tanpa gol melawan PS Daygun, klub asal Lombok, pada Selasa sore (2/6/2026).
Hasil imbang 0-0 ini menjadi catatan kedua kalinya secara beruntun bagi tim asuhan Ronny Remon. Sebelumnya, di laga pembuka, Persikotas juga harus berbagi poin setelah bermain imbang 2-2 melawan Al Farlaky FC. Rentetan hasil yang kurang memuaskan ini tentu saja memicu kekecewaan mendalam, terutama dari para suporter setia yang telah memberikan dukungan penuh.
Analisis Pertandingan: Dominasi Serangan Tanpa Hasil
Sejak wasit meniup peluit tanda dimulainya pertandingan, Persikotas langsung menunjukkan niatnya untuk meraih kemenangan. Tim ini tampil agresif dengan mengandalkan kecepatan kedua pemain sayapnya. Sejumlah peluang emas berhasil diciptakan di depan gawang PS Daygun yang dijaga oleh Jeki Pranata. Namun, penyelesaian akhir yang kurang klinis menjadi momok bagi Laskar Wiradadaha, sehingga skor kacamata bertahan hingga babak pertama usai.
Memasuki paruh kedua, intensitas serangan Persikotas tidak mengendur. Berbagai skema serangan dilancarkan, mulai dari umpan-umpan silang yang berbahaya hingga peluang melalui tendangan bebas di menit-menit akhir pertandingan. Sayangnya, tembok pertahanan PS Daygun yang solid berhasil menggagalkan setiap upaya Persikotas untuk memecah kebuntuan.
Manajer Tim Persikotas FC, Fajar Hendriawan, mengungkapkan kekecewaannya atas hasil yang diraih. Menurutnya, salah satu faktor utama kegagalan timnya meraih tiga poin adalah strategi bertahan total yang diterapkan oleh tim lawan. “Mereka menerapkan strategi parkir bus. Pemain kita sudah berusaha mengikuti instruksi taktikal pelatih, namun pertahanan lawan sangat rapat,” jelas Fajar.
Meskipun merasa kecewa, Fajar tetap optimis bahwa peluang untuk lolos ke babak 32 besar belum tertutup sepenuhnya. “Evaluasi kami, di pertandingan ketiga nanti, pilihannya hanya dua: bertahan atau menyerang habis-habisan. Kita harus berjuang mati-matian, apa pun caranya kita harus menang demi mengunci tiket lolos,” tegasnya.
Reaksi Suporter: Tuntutan Evaluasi Pelatih Menguat
Dua hasil imbang yang beruntun ini sontak memicu reaksi keras dari kelompok suporter fanatik Persikotas FC, Tasik City Society (TCS). Mereka menilai bahwa penampilan tim kebanggaan Kota Tasikmalaya ini cenderung monoton dan minim variasi taktik dalam membongkar pertahanan lawan yang kokoh.
Perwakilan TCS, Farhan Hamzah, yang akrab disapa Acil, secara terbuka menyampaikan kekecewaannya. Ia mendesak manajemen Persikotas untuk segera melakukan evaluasi terhadap kinerja pelatih, Ronny Remon, sebelum laga penentuan digelar.
“Kami meminta manajemen untuk mengevaluasi kinerja pelatih. Tim ini minim taktik, sehingga Persikotas harus kembali bermain imbang melawan PS Daygun, padahal ini adalah laga krusial,” ujar Acil dengan nada kecewa.
Meskipun demikian, TCS menegaskan komitmen mereka untuk tetap memberikan dukungan penuh kepada Laskar Wiradadaha dalam pertandingan hidup mati berikutnya. “Kami berharap di pertandingan terakhir, Persikotas bisa meraih kemenangan mutlak,” tambah Acil.
Skenario Lolos: Wajib Menang Lawan Pemuncak Klasemen
Hasil imbang yang diraih Persikotas membuat posisi mereka di klasemen sementara Grup F Liga 4 Piala Presiden 2026 semakin sulit. Di pertandingan lain, PSN Ngada berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas Al Farlaky FC.
Kemenangan tersebut membuat PSN Ngada kini kokoh di puncak klasemen sementara Grup F dengan mengumpulkan 4 poin, yang terdiri dari satu kemenangan dan satu hasil imbang.
Dengan demikian, satu-satunya skenario bagi Persikotas FC untuk secara otomatis lolos ke babak 32 besar adalah dengan meraih kemenangan dalam laga pamungkas babak 64 besar melawan pemuncak klasemen, PSN Ngada. Pertandingan krusial ini dijadwalkan akan berlangsung pada Jumat, 5 Juni 2026 mendatang. Laga ini akan menjadi penentu nasib Laskar Wiradadaha di ajang Piala Presiden 2026.






















