Lokal  

PUPR Jombang Percepat Normalisasi Afvour Dero: Antisipasi Banjir, Jaga Irigasi

Upaya Pencegahan Banjir dan Penguatan Irigasi: Normalisasi Afvour Dero di Jombang

Pemerintah Kabupaten Jombang, Jawa Timur, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) secara gencar melaksanakan normalisasi Afvour Dero. Langkah ini merupakan bagian integral dari strategi komprehensif untuk mengantisipasi potensi banjir sekaligus memastikan kelancaran sistem irigasi pertanian yang vital bagi perekonomian daerah. Saluran air ini memegang peranan krusial dalam pengelolaan sumber daya air di wilayah Jombang.

Afvour Dero merupakan komponen penting dalam Daerah Aliran Sungai (DAS) Watudakon, yang aliran airnya bermuara ke Afvour Watudakon. Pentingnya menjaga kapasitas saluran ini agar mampu mengalirkan air secara optimal, baik untuk keperluan pengairan lahan pertanian maupun untuk sistem pembuangan, menjadi prioritas utama.

Perencanaan dan Progres Normalisasi Afvour Dero

Program normalisasi Afvour Dero ini direncanakan membentang sepanjang 4.000 meter. Jalur normalisasi ini melintasi dua desa strategis di Kecamatan Kesamben, yaitu Desa Kedungbetik dan Desa Kedungmlati. Berdasarkan data terbaru dari Dinas PUPR Jombang, progres pekerjaan di Desa Kedungbetik menunjukkan hasil yang signifikan, dengan panjang saluran yang telah selesai dinormalisasi mencapai 1.565 meter. Sementara itu, di Desa Kedungmlati, kegiatan normalisasi masih terus berlangsung dengan capaian progres saat ini sebesar 725 meter.

Untuk mempercepat pelaksanaan proyek ini, Dinas PUPR Jombang telah mengerahkan berbagai peralatan modern, termasuk alat berat berupa excavator. Penggunaan excavator ini difokuskan pada beberapa tugas esensial:

  • Pengerukan Sedimentasi: Menyingkirkan endapan lumpur dan material lain yang menumpuk di dasar saluran, yang dapat mengurangi kapasitas aliran air.
  • Pembersihan Vegetasi Liar: Membersihkan tumbuhan air dan tanaman liar yang tumbuh di sepanjang atau di dalam saluran, yang dapat menghambat arus air.
  • Penataan Ulang Penampang Saluran: Memastikan bentuk dan kedalaman saluran sesuai dengan desain yang telah ditetapkan, guna memaksimalkan kapasitas aliran air.

Tujuan dan Manfaat Normalisasi Saluran

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Jombang, Sultoni, menjelaskan lebih lanjut mengenai tujuan utama dari kegiatan normalisasi saluran ini. Fokus utamanya adalah mengembalikan fungsi Afvour Dero agar mampu menampung dan mengalirkan air secara lebih optimal.

Selain peningkatan kapasitas aliran, kegiatan ini juga memiliki beberapa manfaat penting lainnya:

  • Mengurangi Sedimentasi: Dengan mengeruk endapan, saluran menjadi lebih dalam dan bersih, sehingga mengurangi risiko penyumbatan.
  • Mencegah Penyempitan Saluran: Penataan ulang penampang saluran mencegah penyempitan yang dapat memicu genangan air, baik di kawasan permukiman maupun di lahan pertanian.
  • Mitigasi Risiko Hidrologis: Langkah ini merupakan bagian dari upaya mitigasi risiko hidrologis yang semakin penting di tengah perubahan pola cuaca yang dinamis dan cenderung ekstrem. Dengan saluran yang berfungsi baik, beban pada sistem drainase utama dapat berkurang secara signifikan.
  • Mendukung Sistem Irigasi Pertanian: Keberadaan saluran air yang bersih dan terawat dengan baik sangat krusial untuk mendukung keberlangsungan sistem irigasi pertanian. Hal ini secara langsung berdampak pada produktivitas pertanian, yang merupakan salah satu sektor penopang perekonomian utama masyarakat Jombang.
  • Pengendalian Banjir: Dengan aliran air yang lebih lancar, risiko banjir di wilayah hilir, yang seringkali menjadi area terdampak, diharapkan dapat ditekan secara efektif.

Harapan Jangka Panjang

Dinas PUPR Jombang menargetkan bahwa normalisasi Afvour Dero akan terus berlanjut hingga seluruh panjang saluran yang telah direncanakan dapat terselesaikan. Melalui program normalisasi DAS Watudakon secara keseluruhan, diharapkan risiko banjir dan genangan di wilayah hilir dapat diminimalisir.

Sultoni menambahkan, “Harapannya, normalisasi ini mampu memberikan manfaat jangka panjang, baik dalam pengendalian banjir maupun menjaga keberlangsungan sistem irigasi untuk pertanian. Ini adalah investasi penting untuk ketahanan air dan kesejahteraan masyarakat Jombang.”

Upaya normalisasi Afvour Dero ini mencerminkan komitmen Pemerintah Kabupaten Jombang dalam mengelola sumber daya air secara berkelanjutan, memastikan keamanan warga dari bencana banjir, serta mendukung sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.