Kasus Pembunuhan WNA Korea Selatan di Tambun Selatan
Patrolmedia, Bekasi – Kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kasus kematian warga negara asing / WNA Korea Selatan, berinisial S (66), yang ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, pada Rabu (27/5/2026) lalu.
Sampai saat ini, polisi dari Polsek Tambun Selatan Polres Metro Bekasi telah memeriksa enam orang saksi untuk mendalami perkara tersebut. Kapolsek Tambun Selatan, Kompol Wuryanti, menjelaskan bahwa kasus ini sudah masuk tahap penyidikan.
“Kasus sudah dalam tahap penyidikan. Saksi yang diperiksa sebanyak enam orang,” ujar Wuryanti kepada awak media pada Sabtu (30/5/2026).
Menurut Wuryanti, pihak kepolisian masih menunggu hasil resmi autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban.
Penyidik juga sedang melakukan pengembangan berdasarkan keterangan para saksi dan analisis tempat kejadian perkara (TKP).
“Kami masih menunggu hasil autopsi secara resmi. Sementara sekarang masih pengembangan dari keterangan para saksi dan analisa TKP,” tambahnya.
Informasi Awal dari Warga Setempat
Sebelumnya, seorang WNA asal Korea Selatan berinisial SBC (60) ditemukan tewas di rumahnya di Kampung Buaran RT 04 RW 02, Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, pada malam hari Rabu (27/5/2026).
Korban ditemukan dalam kondisi penuh luka di area ruang makan rumahnya. Dugaan sementara menyebutkan bahwa korban meninggal akibat tindak pembunuhan.
Salah seorang warga setempat, Iyan (21), mengaku mengetahui peristiwa tersebut setelah suasana di sekitar lokasi mendadak ramai.
“Saya tadi baru bangun, lalu dari atas saya lihat kondisi sudah ramai. Setelah itu saya turun, katanya bapak pemilik kontrakan sudah meninggal,” kata Iyan kepada wartawan pada Kamis (28/4/2026).
Iyan mengatakan dirinya tidak mengetahui secara pasti penyebab kematian korban. Namun dari informasi yang beredar di lingkungan warga, korban diduga menjadi korban pembunuhan.
“Saya kurang tahu juga, tapi ramainya si pembunuhan,” ujarnya.
Menurut Iyan, korban dikenal sebagai pribadi yang baik dan ramah kepada warga sekitar. Meski demikian, korban disebut jarang berinteraksi karena lebih sering berada di dalam rumah.
“Baik, baik banget. Orangnya juga jarang keluar,” ungkapnya.
Ia menambahkan, korban diketahui sudah cukup lama tinggal di lingkungan tersebut dan tinggal seorang diri di rumahnya.
“Sudah lama tinggal di sini, tinggal sendiri,” katanya.
Berdasarkan informasi warga, jasad korban pertama kali ditemukan oleh putrinya yang disebut jarang pulang ke rumah.
“Katanya anaknya yang pertama kali menemukan,” ujar Iyan.
Guna penyelidikan, jasad korban dibawa ke rumah sakit Polri Keramat Jati untuk dilakukan otopsi.
(Ipl/Ft)






















