Musibah kebakaran kembali melanda Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan. Sebuah rumah di Desa Pemangkih, Kecamatan Labuan Amas Utara (LAU), menjadi abu pada Minggu malam, 25 Januari 2026, sekitar pukul 22.00 WITA.
Rumah yang dilalap api tersebut diketahui milik Hairun, seorang warga berusia 45 tahun yang tinggal di RT 04 RW 02 Desa Pemangkih. Si jago merah meluluhlantakkan bagian dapur rumah yang sebagian besar terbuat dari kayu, menghancurkannya hingga rata dengan tanah. Api kemudian merambat dengan cepat ke bagian-bagian lain bangunan, menyebabkan kerusakan yang signifikan.
Menurut keterangan Aiptu M Husaini, Kasubsi PIDM Humas Polres Hulu Sungai Tengah, kebakaran ini diduga kuat disebabkan oleh tungku kayu yang digunakan di dapur rumah tersebut. Investigasi awal menunjukkan rangkaian kejadian yang mengarah pada tragedi ini.
Kronologi kejadian:
Awal Mula: Seorang saksi bernama Murjani sedang memasak air menggunakan tungku kayu di dapur rumah Hairun. Setelah selesai, Murjani meninggalkan rumah.
Pemadaman yang Tidak Sempurna: Hairun, pemilik rumah, kemudian mematikan api di tungku tersebut. Namun, diduga api belum sepenuhnya padam dan bara api masih membara di dalam tungku.
Rumah Ditinggalkan: Setelah mematikan api (yang diduga belum sepenuhnya padam), Hairun meninggalkan rumah dalam keadaan kosong.
Api Membesar Tanpa Disadari: Selang beberapa waktu, api kembali menyala dan membesar tanpa sepengetahuan penghuni rumah. Kobaran api pertama kali terlihat dari bagian belakang rumah, dan dengan cepat menjalar ke bagian depan, melahap seluruh bangunan.
Akibat kebakaran ini, satu unit rumah warga hangus tak bersisa. Kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp70 juta. Meskipun kerugian materi cukup besar, untungnya tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Seluruh anggota keluarga Hairun berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar.
Pihak kepolisian dari Polres Hulu Sungai Tengah mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan api, terutama tungku kayu. Beberapa langkah pencegahan yang disarankan adalah:
Pastikan Api Benar-Benar Padam: Sebelum meninggalkan rumah, pastikan bahwa api di tungku kayu atau sumber api lainnya telah benar-benar padam. Periksa dengan seksama untuk memastikan tidak ada bara api yang masih menyala.
Jangan Tinggalkan Api Tanpa Pengawasan: Hindari meninggalkan api yang sedang menyala tanpa pengawasan. Jika Anda harus meninggalkan tempat tersebut, pastikan ada orang lain yang mengawasi api.
Jauhkan Bahan Mudah Terbakar: Jauhkan bahan-bahan yang mudah terbakar dari sumber api, seperti kain, kertas, dan kayu. Simpan bahan-bahan tersebut di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan api.
Periksa Kondisi Peralatan Masak: Periksa secara berkala kondisi peralatan masak Anda, seperti kompor dan tungku. Pastikan tidak ada kebocoran atau kerusakan yang dapat menyebabkan kebakaran.
Siapkan Alat Pemadam Api Ringan (APAR): Sediakan alat pemadam api ringan (APAR) di rumah Anda. Pastikan Anda tahu cara menggunakannya dengan benar. APAR dapat membantu memadamkan api kecil sebelum membesar.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya kehati-hatian dalam menggunakan api. Dengan meningkatkan kesadaran dan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang tepat, kita dapat mengurangi risiko kebakaran dan melindungi diri sendiri, keluarga, dan komunitas kita.






















