Upaya inovatif dilakukan oleh Polrestabes Surabaya untuk memberikan manfaat lebih dari barang bukti kendaraan bermotor (ranmor) yang tidak diambil pemiliknya. Kendaraan-kendaraan ini, yang sebagian besar merupakan hasil pengungkapan kasus pencurian, penertiban balap liar, dan pelanggaran lalu lintas, direncanakan akan dihibahkan kepada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Surabaya. Tujuan dari hibah ini adalah untuk mendukung proses pembelajaran praktik di sekolah-sekolah kejuruan tersebut.
Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, Kapolrestabes Surabaya, menjelaskan bahwa rencana hibah ini akan direalisasikan setelah melalui proses pendataan dan verifikasi yang ketat. Prioritas utama adalah memastikan bahwa kendaraan-kendaraan yang akan dihibahkan benar-benar tidak memiliki pemilik sah.
Proses verifikasi meliputi beberapa tahapan penting:
- Pendataan Awal: Polisi akan melakukan pendataan menyeluruh terhadap seluruh kendaraan yang tidak diambil pemiliknya.
- Pencarian Pemilik: Upaya maksimal akan dilakukan untuk mengidentifikasi dan menghubungi pemilik kendaraan berdasarkan data yang tersedia.
- Penentuan Status Hukum: Jika pemilik tidak dapat ditemukan atau kendaraan tersebut dipastikan tidak memiliki pemilik sah karena alasan tertentu, seperti nomor rangka atau mesin yang tidak sesuai atau tidak terbaca, status hukum kendaraan akan diperjelas.
- Koordinasi dengan Kejaksaan: Setelah status hukum kendaraan jelas, Polrestabes Surabaya akan berkoordinasi dengan pihak kejaksaan untuk mendapatkan persetujuan hibah.
Luthfie menegaskan bahwa hibah hanya akan dilakukan terhadap kendaraan yang status hukumnya sudah jelas dan tidak memiliki pemilik sah. Hal ini penting untuk menghindari masalah hukum di kemudian hari. “Ini harus kami yakinkan betul bahwa kendaraan tersebut memang sudah tidak berpemilik,” tegasnya.
Bazar pengembalian barang bukti sepeda motor yang digelar oleh Polrestabes Surabaya menjadi langkah awal dalam proses ini. Dalam bazar tersebut, pemilik kendaraan yang menjadi korban pencurian atau pelanggaran lalu lintas diberikan kesempatan untuk mengambil kembali kendaraannya.
Pada bazar yang berlangsung hingga hari Minggu (25/1), tercatat 52 dari total 1.050 unit sepeda motor berhasil dikembalikan kepada pemilik aslinya. Kendaraan-kendaraan ini sebelumnya merupakan hasil pengungkapan berbagai kasus kriminal dan pelanggaran lalu lintas di wilayah Surabaya dan sekitarnya.
Meskipun sebagian besar kendaraan telah berhasil diidentifikasi pemiliknya, masih terdapat beberapa unit yang belum terdata secara lengkap. Kendala utama dalam pendataan adalah kondisi kendaraan yang sudah tidak memungkinkan identifikasi, seperti nomor rangka atau mesin yang rusak atau tidak terbaca.
Proses pengembalian kendaraan kepada pemilik sah tidak akan mengganggu proses penyidikan yang sedang berjalan. Polrestabes Surabaya telah berkoordinasi dengan kejaksaan untuk memastikan bahwa kendaraan yang dibutuhkan sebagai barang bukti tetap dapat digunakan dalam persidangan.
Untuk memudahkan masyarakat, kendaraan yang diperlukan sebagai barang bukti akan dipinjam-pakaikan kepada pemiliknya. Kejaksaan memberikan kemudahan persyaratan, seperti melampirkan bukti kepemilikan dan dokumentasi kendaraan.
Luthfie juga menegaskan bahwa pengambilan kendaraan bagi korban pencurian tidak dipungut biaya apapun. Namun, bagi kendaraan yang terkena tilang, pemilik tetap wajib menyelesaikan kewajiban sesuai dengan aturan yang berlaku.
Inisiatif Polrestabes Surabaya ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Hibah kendaraan kepada SMK diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Surabaya, khususnya dalam bidang otomotif. Dengan memiliki akses ke kendaraan yang beragam, siswa SMK dapat belajar dan berlatih secara langsung, sehingga lebih siap untuk memasuki dunia kerja.
Langkah ini juga dinilai sebagai solusi yang efektif untuk memanfaatkan barang bukti yang tidak diambil pemiliknya. Daripada menumpuk di gudang penyimpanan, kendaraan-kendaraan tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Selain itu, inisiatif ini juga dapat meningkatkan citra Polri di mata masyarakat. Dengan memberikan kontribusi positif kepada dunia pendidikan, Polrestabes Surabaya menunjukkan komitmennya untuk melayani dan melindungi masyarakat.






















