Berita  

Daftar Korban Longsor Cisarua Terungkap

Puluhan orang dilaporkan masih hilang pasca bencana tanah longsor yang melanda Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Dari 105 laporan orang hilang yang diterima, tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan terus berupaya menemukan para korban. Upaya pencarian ini dilakukan secara intensif dari pagi hingga malam hari, dan dilanjutkan kembali keesokan harinya.

Hingga Minggu, 25 Januari 2026, pukul 16.35 WIB, Posko Utama dan Pos Disaster Victim Identification (DVI) mencatat bahwa tim SAR gabungan telah mengevakuasi 25 kantong jenazah. Selain itu, ditemukan pula tiga jenazah utuh dalam pencarian terbaru. Dari total temuan tersebut, 11 korban telah berhasil diidentifikasi. Proses identifikasi dilakukan oleh Tim DVI Polri melalui serangkaian pemeriksaan post mortem dan ante mortem, sesuai dengan standar operasional prosedur penanganan korban bencana.

Identitas korban yang berhasil diidentifikasi adalah sebagai berikut:

  • Suryana (57 tahun)
  • Jajang Tarta (35 tahun)
  • Dadang Apung (60 tahun)
  • Nining (40 tahun)
  • Nurhayati (42 tahun)
  • Lina Lismayanti (43 tahun)
  • Kori (30 tahun)

Selain itu, Tim DVI juga berhasil mengidentifikasi korban dari potongan tubuh berupa tangan, yaitu:

  • Ai Sumarni (35 tahun)
  • Koswara (40 tahun)
  • Koswara (26 tahun)
  • Ayu Yuniarti (31 tahun)

Sementara itu, 10 jenazah dan satu bagian tubuh lainnya masih dalam proses identifikasi oleh Tim DVI Polri. Proses identifikasi ini membutuhkan ketelitian dan waktu agar identitas korban dapat dipastikan secara akurat.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, menyatakan bahwa Polri akan terus bersinergi dengan berbagai pihak terkait hingga seluruh korban berhasil ditemukan dan dievakuasi. Sinergi ini melibatkan berbagai elemen penting, termasuk:

  • TNI
  • Basarnas
  • BNPB
  • BPBD
  • Pemerintah Daerah
  • Unsur Relawan

Semua pihak bekerja secara terpadu di lapangan untuk memaksimalkan efektivitas pencarian dan evakuasi.

“Polri hadir tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam misi kemanusiaan. Ini merupakan wujud nyata Transformasi Polri Presisi yang humanis, responsif, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat,” tegas Kombes Pol. Hendra Rochmawan. Pernyataan ini menekankan komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya dalam situasi darurat dan bencana.

Kombes Pol. Hendra Rochmawan juga mengajak masyarakat untuk memberikan doa dan dukungan kepada seluruh personel SAR, TNI-Polri, tenaga medis, sukarelawan, serta keluarga korban. Dukungan moril ini sangat penting untuk memberikan kekuatan, keselamatan, dan ketabahan selama proses kemanusiaan ini berlangsung.

Operasi pencarian dan evakuasi terus dilakukan dengan mengedepankan prinsip keselamatan personel serta ketelitian dalam setiap tahapan kegiatan. Prioritas utama adalah memastikan keselamatan para petugas di lapangan, mengingat kondisi lokasi yang rawan dan berpotensi membahayakan. Selain itu, ketelitian dalam proses pencarian dan evakuasi sangat penting untuk memastikan tidak ada korban yang terlewatkan.

Tim SAR gabungan menghadapi berbagai tantangan di lapangan, termasuk cuaca buruk, medan yang sulit dijangkau, dan potensi longsor susulan. Meskipun demikian, semangat dan dedikasi para petugas tidak surut dalam upaya menemukan dan mengevakuasi para korban.

Masyarakat di sekitar lokasi bencana juga turut berpartisipasi dalam membantu proses pencarian dan evakuasi. Bantuan dari masyarakat sangat berharga dalam meringankan beban tim SAR gabungan dan mempercepat proses penanganan bencana.

Bencana tanah longsor di Cisarua ini menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi bencana dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi ancaman bencana alam. Upaya pencegahan dan pengurangan risiko bencana perlu terus ditingkatkan agar dampak buruk dari bencana dapat diminimalkan. Selain itu, edukasi kepada masyarakat mengenai tindakan yang perlu dilakukan saat terjadi bencana juga sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan.