Berita  

Maut Listrik Tiang PJU: Bocah 5 Tahun Cimahi Sekarat

Panbil Mall

Tragedi Mengerikan: Bocah 5 Tahun Tewas Tersengat Listrik Tiang Penerangan Jalan di Cimahi

Sebuah insiden tragis merenggut nyawa seorang bocah berusia 5 tahun di Kota Cimahi, Jawa Barat. Peristiwa nahas ini terjadi pada Jumat sore, 19 Desember 2025, sekitar pukul 17.45 WIB, di Gang Balong Gede RT 4 RW 13, Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan. Korban, yang diidentifikasi dengan inisial MPS, diduga kuat meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik dari tiang penerangan jalan gang (PJG).

Kapolsek Cimahi Selatan, Ajun Komisaris Yudhi Haryanto, mengonfirmasi adanya laporan mengenai kejadian tersebut. “Betul kami terima laporan ada anak meninggal karena diduga tersengat aliran listrik tiang penerangan jalan gang di Rancabentang-Cibeureum,” ujar Kapolsek Yudhi pada Sabtu, 20 Desember 2025. Ia menambahkan bahwa saat kejadian, kondisi cuaca sedang hujan deras.

Menurut keterangan yang dihimpun, insiden ini bermula ketika korban, MPS, baru saja selesai bermain air hujan bersama teman-temannya. Ia hendak pulang untuk berganti pakaian. Dalam perjalanan pulang, saat melintasi area di sekitar tiang PJG, korban dilaporkan mencoba memanjat tiang yang memiliki ketinggian sekitar 3 meter tersebut.

Entah bagaimana, saat memanjat atau berada di dekat bagian atas tiang, MPS diduga menyentuh kabel atau bagian tiang yang dialiri listrik. Aliran listrik yang kuat diduga langsung menyerang tubuh mungilnya, menyebabkan korban seketika kehilangan kesadaran.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan pertolongan. Mereka berusaha menarik korban dari tiang dan memberikan bantuan secepat mungkin. Namun, upaya penyelamatan tersebut sayangnya tidak membuahkan hasil. Ketika warga berhasil menolongnya, korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan, termasuk tidak bernapas lagi.

Faktor Pemicu dan Peringatan Dini

Insiden ini menimbulkan keprihatinan mendalam dan menjadi pengingat penting akan bahaya yang bisa mengintai di lingkungan sekitar, terutama bagi anak-anak yang memiliki rasa ingin tahu tinggi dan belum sepenuhnya memahami risiko. Beberapa faktor yang mungkin berkontribusi pada tragedi ini meliputi:

  • Kondisi Cuaca Hujan: Hujan dapat membuat permukaan tiang dan area sekitarnya menjadi licin, namun juga dapat meningkatkan konduktivitas listrik jika ada kabel yang terkelupas atau isolasi yang rusak. Kelembaban yang tinggi juga bisa menjadi faktor risiko.
  • Daya Tarik Memanjat: Tiang penerangan jalan, meskipun terlihat kokoh, seringkali menarik perhatian anak-anak untuk dipanjat. Ketinggiannya yang tidak terlalu ekstrem namun cukup menantang bagi anak-anak bisa menjadi godaan tersendiri.
  • Kondisi Infrastruktur: Perlu adanya evaluasi lebih lanjut mengenai kondisi teknis tiang penerangan jalan tersebut. Apakah ada kerusakan pada isolasi kabel, sambungan yang tidak aman, atau komponen listrik lainnya yang berpotensi membahayakan.

Imbauan dan Langkah Pencegahan

Pihak kepolisian dan pemerintah setempat diharapkan dapat segera melakukan investigasi mendalam terkait penyebab pasti tersengatnya aliran listrik. Selain itu, beberapa langkah pencegahan dan imbauan perlu segera disosialisasikan kepada masyarakat, khususnya para orang tua dan pengawas anak:

  • Pengawasan Ketat Terhadap Anak: Orang tua dan wali wajib memberikan pengawasan yang lebih intensif terhadap anak-anak mereka, terutama saat bermain di luar rumah atau di area yang berpotensi berbahaya.
  • Edukasi Bahaya Listrik: Berikan pemahaman kepada anak-anak sejak dini mengenai bahaya listrik dan larangan untuk menyentuh tiang listrik, kabel, atau peralatan listrik yang mencurigakan.
  • Pemeriksaan Rutin Infrastruktur Publik: Instansi terkait perlu secara berkala melakukan pemeriksaan dan pemeliharaan rutin terhadap seluruh infrastruktur penerangan jalan umum, termasuk tiang, kabel, dan sambungan listriknya, untuk memastikan keamanan dan mencegah potensi kecelakaan.
  • Pemasangan Pagar Pengaman: Pertimbangkan pemasangan pagar pengaman di sekitar tiang-tiang listrik yang berisiko, terutama di area yang sering dilalui atau dijadikan tempat bermain anak-anak.
  • Sosialisasi Keamanan Lingkungan: Lakukan kampanye kesadaran publik mengenai pentingnya menjaga keamanan lingkungan dan melaporkan segera jika menemukan adanya potensi bahaya di fasilitas umum.

Kehilangan seorang anak adalah duka yang mendalam bagi keluarga. Semoga tragedi ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang. Upaya kolaboratif antara masyarakat dan pemerintah sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan terlindungi bagi generasi penerus.