Wisata Guci Tegal Tutup Sementara Fasilitas Pemandian Air Panas Akibat Banjir Bandang
Kabupaten Tegal, Jawa Tengah – Kawasan wisata Guci yang terkenal dengan keindahan alam dan sumber air panasnya terpaksa mengambil langkah penutupan sementara terhadap beberapa fasilitas utamanya. Keputusan ini diambil menyusul terjadinya banjir bandang yang meluap dari Sungai Gung pada Sabtu sore, (20/12). Dua destinasi pemandian air panas yang paling terdampak, yaitu Pancuran 13 dan Pancuran 5, saat ini ditutup untuk umum demi keselamatan pengunjung dan proses pemulihan.
Banjir bandang yang menerjang kawasan Guci ini menyebabkan luapan air sungai yang cukup signifikan, menggenangi beberapa area wisata, terutama di sekitar Pancuran 5. Proses pembersihan dan penataan pasca-banjir kini tengah berlangsung intensif di titik-titik yang terdampak.
Pemulihan Fasilitas dan Jaminan Keamanan
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Tegal, Akhmad Uwes Qoroni, menjelaskan bahwa tim gabungan yang terdiri dari warga, personel TNI/Polri, dan para relawan telah dikerahkan untuk mempercepat proses pembersihan. Tujuannya adalah agar fasilitas yang terdampak dapat segera difungsikan kembali untuk melayani para wisatawan.
“Saat ini proses pembersihan masih berlangsung di beberapa titik yang terdampak, terutama di area Pancuran 5 dan sekitarnya. Setelah bersih, secepatnya akan kita fungsikan lagi untuk wisatawan,” ujar Uwes.
Meskipun dua pemandian air panas tersebut ditutup sementara, Uwes menegaskan bahwa secara umum destinasi wisata Guci tetap aman untuk dikunjungi. Pihaknya terus melakukan langkah-langkah antisipatif untuk memastikan keselamatan para pengunjung.
“Destinasi wisata Guci saat ini aman untuk dikunjungi. Hanya saja untuk Pemandian Air Panas Pancuran 13 dan Pancuran 5 sementara belum bisa digunakan akibat luapan air sungai. Tapi pengunjung tidak perlu khawatir karena tim selalu memantau kondisi secara rutin,” tambahnya.
Imbauan untuk Pengunjung
Dalam menghadapi kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan, terutama di wilayah hulu sungai, Uwes mengimbau agar seluruh wisatawan yang berkunjung ke Guci untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. Hal ini penting demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Kepala UPTD Objek Wisata Kabupaten Tegal, Satriyo Pribadi, menambahkan bahwa penutupan Pancuran 5 akan berlangsung hingga seluruh proses pembersihan dan penataan pasca-banjir selesai sepenuhnya. Ia kembali meyakinkan masyarakat bahwa secara keseluruhan Guci tetap menjadi destinasi wisata yang aman.
“Akan tetapi, saya sampaikan masyarakat tidak perlu khawatir karena Guci tetap aman dikunjungi,” katanya.
Upaya Pembersihan Intensif
Petugas Pospam Objek Wisata Guci, Iptu Sugiarto, memberikan rincian mengenai upaya pembersihan yang sedang dilakukan. Untuk Pancuran 13, pembersihan melibatkan partisipasi aktif dari warga setempat, anggota TNI dan Polri, serta para relawan yang sigap membantu.
“Sedangkan untuk situasi aman dan kondusif pasca-bencana. Kami menyarankan pada masyarakat agar tidak menggunakan Pancuran 13 terlebih dulu sebelum dilakukan pembersihan selesai,” jelas Iptu Sugiarto.
Meskipun terjadi kendala sementara pada fasilitas pemandian air panas, semangat pemulihan di kawasan wisata Guci terus digaungkan. Para pengelola dan petugas berkomitmen untuk segera mengembalikan kondisi Guci seperti sedia kala, sehingga dapat kembali menjadi primadona pariwisata yang aman dan nyaman bagi seluruh pengunjung. Diharapkan, dengan kerja keras semua pihak, penutupan sementara ini tidak berlangsung lama dan wisatawan dapat segera menikmati kembali keindahan serta sensasi relaksasi di Pemandian Air Panas Pancuran 13 dan Pancuran 5.























