Banjir rob kembali menghantam wilayah pesisir Kabupaten Belitung Timur, menyebabkan dampak signifikan bagi masyarakat setempat. Peristiwa ini terjadi pada Senin, 8 Desember 2025, dan mengakibatkan puluhan rumah warga di tiga kecamatan terendam air laut. Kecamatan-kecamatan yang terdampak meliputi Manggar, Gantung, dan Kelapa Kampit.
Kenaikan permukaan air laut yang signifikan sejak pagi hari menjadi penyebab utama banjir rob ini. Menurut keterangan dari Kepala Pelaksana Harian BPBD Belitung Timur, Robby Yanuar, banjir mulai melanda sekitar pukul 06.30 WIB. Pada saat itu, permukaan air laut tercatat mencapai ketinggian 2,3 meter. Kondisi semakin memburuk seiring berjalannya waktu, mencapai puncaknya pada pukul 09.00 WIB dengan ketinggian air mencapai 3,1 meter. Luapan air laut ini kemudian merendam permukiman warga yang berada di dekat garis pantai.
“Air masuk ke wilayah pesisir dengan ketinggian genangan bervariasi, mulai dari 15 hingga 50 sentimeter,” ungkap Robby. “Kondisi ini mengakibatkan banjir rob yang merendam rumah warga di sejumlah titik.”
Menanggapi situasi darurat ini, BPBD Belitung Timur segera menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi-lokasi terdampak. Tugas utama TRC adalah melakukan pendataan rumah-rumah yang terendam banjir, berkoordinasi dengan perangkat desa setempat, serta melakukan pemantauan secara menyeluruh di seluruh titik banjir. Upaya ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran lengkap mengenai dampak banjir rob dan memberikan bantuan yang diperlukan kepada warga yang terdampak.
Untungnya, pada pukul 10.30 WIB, kondisi air mulai berangsur surut. Ketinggian air laut kembali turun ke angka 2,3 meter, dan situasi dinyatakan aman serta terkendali. Dalam kejadian ini, tidak ada laporan mengenai korban jiwa. Meskipun demikian, kerugian material dan dampak psikologis bagi warga yang rumahnya terendam tetap menjadi perhatian utama.
Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh BPBD Belitung Timur, total terdapat 81 bangunan yang terdampak banjir rob. Dari jumlah tersebut, 76 bangunan merupakan rumah warga, sementara 5 bangunan lainnya adalah fasilitas umum. Data ini memberikan gambaran jelas mengenai skala dampak banjir rob terhadap infrastruktur dan kehidupan masyarakat di wilayah pesisir Belitung Timur.
Berikut adalah rincian wilayah yang terdampak banjir rob di Kabupaten Belitung Timur:
- Kecamatan Manggar:
- Desa Baru (29 Bangunan)
- Dusun Asalam RT 035: 5 rumah
- Dusun Assalam RT 036 & RT 037: 19 rumah
- Dusun Baru Utara 2: 5 rumah
- Desa Mekar Jaya (3 Bangunan)
- Dusun Kalimoa RT 002: 1 rumah, 1 dermaga
- Dusun Kalimoa RT 003: 1 rumah
- Desa Lalang (2 Bangunan)
- Dusun Sawah RT 001: 1 rumah
- Dusun Sawah RT 004: 1 rumah
- Desa Kurnia Jaya (30 Bangunan)
- Dusun Kurnia RT 1A: 4 rumah, 1 SD
- Dusun Kurnia RT 1B: 12 rumah
- Dusun Arab 1 (Jalan Sulawesi): 12 rumah, 1 fasilitas umum
- Pulau Buku Limau (11 Bangunan)
- Buku Limau: 11 rumah
- Desa Baru (29 Bangunan)
- Kecamatan Gantung:
- Desa Lenggang (1 Bangunan)
- Pangkalan Bugis: 1 dermaga
- Desa Lenggang (1 Bangunan)
- Kecamatan Kelapa Kampit:
- Desa Buding (6 Bangunan)
- Desa Buding: 4 rumah, 1 dermaga
- Pantai Pering: 1 fasilitas umum
- Desa Buding (6 Bangunan)
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, BPBD Belitung Timur menekankan bahwa kerentanan wilayah pesisir terhadap banjir rob menjadi perhatian penting. Upaya mitigasi dan adaptasi perlu ditingkatkan untuk mengurangi risiko dan dampak banjir rob di masa depan.
Robby Yanuar mengimbau kepada seluruh masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir untuk selalu waspada dan memantau kondisi air laut secara berkala, terutama pada saat-saat pasang tinggi. Informasi mengenai jadwal pasang surut air laut dapat diperoleh dari berbagai sumber, seperti BMKG atau instansi terkait lainnya.
Selain itu, Robby juga menekankan pentingnya koordinasi lintas desa dan kewaspadaan warga dalam menghadapi potensi banjir rob. Dengan adanya koordinasi yang baik dan kesadaran yang tinggi dari masyarakat, dampak banjir rob yang berulang dapat diminimalkan.
“Kami terus melakukan monitoring secara intensif dan siap melakukan tindakan cepat apabila kondisi kembali meningkat,” tegas Robby. BPBD Belitung Timur berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan berupaya semaksimal mungkin untuk melindungi mereka dari ancaman bencana.
Kejadian banjir rob ini menjadi pengingat bagi semua pihak mengenai pentingnya upaya mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim dan kenaikan permukaan air laut. Pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta perlu bekerja sama untuk mencari solusi jangka panjang dalam menghadapi tantangan ini. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain adalah pembangunan infrastruktur yang tahan banjir, penanaman mangrove di sepanjang garis pantai, serta peningkatan kesadaran masyarakat mengenai risiko dan cara-cara menghadapi banjir rob.























