Berita  

Siapa Hayati, Istri Wali Kota New York Zohran Mamdani?

Panbil Mall

Zohran Mamdani, yang baru saja terpilih sebagai wali kota New York termuda, akan segera menikahi Rama Duwaji. Pemilihan ini berlangsung pada Selasa (5/11/2025) malam waktu setempat. Dalam pidato kemenangannya, Zohran menyampaikan apresiasi khusus kepada istrinya dan menyebutnya sebagai “hayati”, yang dalam bahasa Arab berarti “hidupku”. Ia mengatakan bahwa tidak ada orang lain yang ingin ia ajak bersamanya di momen penting ini.

Dalam unggahan di media sosial Instagram, Zohran mengumumkan pernikahannya dengan Rama. Ia menulis bahwa tiga bulan lalu, ia menikahi cinta hidupnya, Rama, di kantor pencatatan sipil kota. Ia juga menyebut Rama sebagai seniman luar biasa yang layak dikenal atas prestasinya sendiri. Namun, selama kampanye politik suaminya, Rama jarang muncul di depan publik, sehingga membuat lawan-lawan politiknya mengeklaim bahwa Zohran “menyembunyikan” istrinya.

Rama Duwaji adalah seorang seniman keturunan Suriah yang berbasis di New York. Karyanya sering kali mengeksplorasi tema Timur Tengah dan telah dipamerkan di berbagai media ternama seperti BBC News, The New York Times, dan museum Tate Modern di London. Dalam sebuah wawancara dengan The Bulwark, Zohran mengungkap bahwa ia bertemu dengan Rama melalui aplikasi kencan Hinge.

Meskipun jarang terlihat di depan publik, Rama menjadi penggerak di balik layar dari kampanye Zohran. CNN menyebutnya sebagai sosok yang menyempurnakan identitas kampanye Zohran, termasuk ikonografi dan font yang digunakan dalam materi kampanye, serta warna khas kuning, oranye, dan biru. Rama lahir di Houston, Texas, dan pindah ke Dubai saat berusia 9 tahun. Orangtuanya adalah Muslim Suriah yang berasal dari Damaskus.

Beberapa teman Rama memuji dirinya dalam wawancara. Salah satu temannya, Hasnain Bhatti, menyebutnya sebagai “Putri Diana masa kini”. Sementara itu, teman lainnya mengatakan bahwa Rama merasa senang sekaligus kewalahan dengan perhatian yang meningkat.

Kritik dalam karya-karyanya
Rama lulus dari Virginia Commonwealth University dan meraih gelar master di bidang ilustrasi dari School of Visual Arts, New York City. Sebagian besar karyanya bernuansa hitam-putih dan menggambarkan adegan dari dunia Arab. Pada 2022, karyanya muncul dalam dokumenter BBC World Service berjudul Who Killed My Grandfather, yang menyelidiki pembunuhan seorang politikus Yaman pada 1974.

Beberapa karya di Instagram Rama menunjukkan kritik terhadap “imperialisme Amerika”, kejahatan perang Israel, dan penolakan terhadap “pembersihan etnis” warga Palestina. Hal itu sejalan dengan posisi politik suaminya. Beberapa karya lainnya menunjukkan dukungan terhadap Mahmoud Khalil, seorang lulusan Universitas Columbia yang berusaha dideportasi oleh pemerintah Trump karena aktivitasnya dalam membela Palestina.

Seni lahir dari hasrat pribadi
Dalam wawancaranya dengan situs YUNG pada bulan April, Rama menjelaskan bahwa seni yang ia ciptakan lahir dari hasrat pribadi. Ia mengatakan bahwa belakangan ini, ia fokus membuat karya seni tentang pengalamannya dan hal-hal yang ia pedulikan. Ia membuat karyanya untuk orang-orang yang peduli dengan hal-hal yang ia pedulikan.

Ia juga ditanya mengenai tanggung jawab seniman untuk bersuara soal isu global. Rama mengatakan bahwa tanggung jawab seorang seniman adalah mencerminkan zamannya. Ia mengutip musisi Nina Simone, yang mengatakan bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab untuk menentang ketidakadilan, dan seni memiliki kemampuan besar untuk menyebarkannya. Ia percaya bahwa menciptakan seni sebagai pelarian dari kengerian yang kita lihat adalah politis baginya. Itu adalah reaksi terhadap dunia di sekitarku.