
Patrolmedia, Batam – Kemendagri meminta Pemko Batam ekstra ketat mengawasi jalannya proses penyajian pangan untuk mencegah keracunan MBG (Makan Bergizi Gratis) yang terjadi di sekolah-sekolah agar tak terulang kembali.
Program MBG yang digagas Presiden Prabowo itu bertujuan meningkatkan gizi siswa sekaligus mendukung konsentrasi belajar di kelas.
Kemendagri menegaskan, keberhasilan program ini tidak hanya pada distribusi makanan, tetapi juga kualitas, kebersihan, dan keamanan pangan yang disajikan.
Sebagai antisipasi keracunan MBG, Pemko Batam diminta memperhatikan sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS). Kemudian memeriksa bahan pangan, proses pengolahan hingga distribusi.
Kemudian, diminta pula keterlibatan orang tua dan pihak sekolah untuk menjaga kebersihan dan keamanan makanan.
Selain MBG, Kemendagri meminta Pemko Batam mempercepat penanganan Tuberkulosis (TBC) dengan penguatan strategi di daerah melalui skrining, pemberian terapi pencegahan, serta peningkatan keberhasilan pengobatan.
Kepala daerah dan seluruh jajaran diminta menjadi ujung tombak dalam menekan prevalensi TBC, khususnya di wilayah dengan kasus tinggi.
Setiap daerah punya 3 kewajiban dalam menangani TBC yaitu:
- Pertama, mengintegrasikan agenda TBC dalam forum koordinasi daerah.
- Kedua, melakukan sosialisasi dan edukasi secara masif.
- Ketiga, melibatkan seluruh petugas dan penyuluh di daerah.
Menindaklanjuti itu, Penjabat (Pj) Sekda Kota Batam, Firmansyah menyebut Pemko Batam akan segera menangani dan menekan angka TBC.
Ia mengatakan kesiapan Pemko Batam untuk memastikan pelaksanaan MBG terlaksana dengan lancar.
“Pemerintah Kota Batam berkomitmen mendukung kebijakan nasional dalam mempercepat penuntasan TBC sekaligus memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis berjalan aman, sehat, dan sesuai standar,” kata Firmansyah, dalam Zoom Meeting Rapat Koordinasi dengan Kemendagri, Senin (29/9/2025) di Kantor Pemko Batam.
Ia menegaskan, Pemko Batam akan segera menindaklanjuti arahan pusat, baik dalam upaya menekan angka TBC maupun dalam memastikan MBG berjalan lancar.
“Kami akan memperkuat koordinasi lintas sektor, melibatkan sekolah, puskesmas, serta orangtua wali murid agar dua program prioritas ini benar-benar memberikan dampak positif bagi kesehatan warga,” tutupnya.
Dengan langkah pengawasan yang ketat, Kemendagri berharap Program MBG dapat berjalan sesuai harapan, yaitu menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tanpa adanya risiko kesehatan yang merugikan.
Rapat itu diikuti Bappeda Kota Batam, Dinkes Batam, Dinas Pendidikan Batam, RSUD Embung Fatimah, BPKAD Kota Batam, serta Bagian Hukum Setdako Batam.
(Iwn/EN)






















