Netanyahu Akan Balas Hamas Karena Tak Serahkan 1 dari 4 Jenazah

Sumpah Netanyahu untuk membalas dendam ditolak oleh bibi anak-anak Bibas

Neta
Netanyahu dalam sebuah pernyataannya menyebut “Jika Hamas tidak mengembalikan sandera kami pada Sabtu siang maka gencatan senjata akan berakhir,” kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Foto: Screenshot Video/SkyNews)

Patrolmedia, Jerusalem -:- Netanyahu akan balas Hamas karena tidak menyerahkan 1 dari 4 jenazah sandera Israel.

Perdana Menteri Israel itu bersumpah untuk membalas dendam terhadap Hamas yang dianggap telah menciderai kesepakatan gencatan senjata.

Sementara, seperti dilansir AP, Sabtu (22/2/25), otoritas Israel mengidentifikasi 4 jenazah yang diserahkan Hamas yakni 2 anak laki-laki Israel dan 1 lagi bernama Lifshitz. Sedangkan 1 jenazah terakhir dipastikan seorang wanita asal Gaza, bukan warga Israel.

1 jenazah lainnya yang seharusnya merupakan Shiri Bibas, ibu dari kedua balita itu didapati tidak cocok dengan DNA sandera mana pun.

Hingga kini, 1 jenazah itu masih belum teridentifikasi. 1 jenazah lainnya diidentifikasi sebagai Oded Lifshitz (83).

Terkonfirmasi, 3 jenazah lainnya yang diserahkan Hamas memang benar jenazah Kfir, Ariel dan Oded.

Dalam pernyataannya, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menuding Hamas bertindak “dengan cara yang sangat sinis” dengan menempatkan jenazah seorang wanita Gaza di dalam peti mati yang seharusnya menjadi tempat jenazah Shiri dibaringkan.

“Kami akan bekerja dengan tekad untuk membawa pulang Shiri bersama semua sandera kami – baik yang masih hidup maupun yang sudah mati – dan memastikan bahwa Hamas membayar harga penuh atas pelanggaran perjanjian yang kejam dan jahat ini,” kata Netanyahu.

“Kenangan suci Oded Lifshitz dan Ariel serta Kfir Bibas akan selamanya tersimpan di hati bangsa. Semoga Tuhan membalas darah mereka. Jadi kami akan membalas dendam,” timpal Netanyahu lagi.

Shiri dan kedua anaknya merupakan bagian dari keluarga Bibas yang menjadi simbol krisis sandera yang melanda Israel sejak perang Gaza berkecamuk.

Shiri dan kedua putranya, Ariel yang berusia 4 tahun dan Kfir yang baru berusia 9 bulan, diculik dari rumah mereka di dekat perbatasan Gaza.

Yarden Bibas, suami Shiri dan ayah dari kedua balita itu, diculik secara terpisah pada 7 Oktober 2023 dan dibebaskan dalam keadaan hidup dari Gaza pada 1 Februari lalu.

Insiden ini menimbulkan keraguan baru terkait kelanjutan perjanjian gencatan senjata yang telah menghentikan perang selama 15 bulan pada fase pertama.

Namun, Hamas tetap akan membebaskan 6 sandera Israel yang masih hidup pada Sabtu ini dan akan ditukar dengan ratusan tahanan Palestina, jika masih berjalan sesuai rencana, meskipun ada ancaman Netanyahu akan balas Hamas.

Dalam sebuah pernyataan Jumat (21/2/25), Hamas menyatakan bahwa sisa-sisa jasad yang tertukar mungkin terjadi setelah pemboman Israel di daerah di mana sandera Israel dan warga Palestina berada.