Brazil Batasi Penggunaan Ponsel Bagi Pelajar

Februari mulai diberlakukan

Brazil
Ilustrasi remaja bermain hape di jam belajar. (Foto: Canva)
Panbil Mall
Brazil
Ilustrasi remaja bermain hape di jam belajar. (Foto: Canva)

Patrolmesia.co.id, Sao Paulo – Brazil mulai memberlakukan pembatasan penggunaan ponsel pintar bagi pelajar anak-anak sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah.

Kebijakan ini akan berdampak pada siswa SD dan menengah di seluruh negara Amerika Selatan mulai Februari 2025 mendatang.

Presiden Brazil Luiz Inácio Lula da Silva pun menandatangani rancangan undang-undang yang membatasi penggunaan smartphone terhadap siswa.

Langkah itu menyediakan kerangka hukum, memastikan siswa beh menggunakan ponsel saat keadaan darurat dan bahaya. Terkecuali untuk tujuan pendidikan atau bagi mereka yang memiliki disabilitas.

“Kita tidak bisa membiarkan humanisme digantikan oleh algoritma dan mengakui kerja keras setiap orang yang serius di bidang pendidikan. Setiap orang yang ingin mengurus anak-anak dan remaja di negara ini,” kata Lula dalam upacara tertutup di Istana Presiden di Ibu Kota, Brasilia, dilansir dari AP, Selasa (14/1/25).

Fundacao Getulio Vargas, lembaga riset dan universitas terkemuka mengatakan Brazil memiliki lebih banyak ponsel pintar daripada penduduknya.

Ada 258 juta perangkat untuk populasi 203 juta penduduk Brasil. Peneliti pasar lokal mengatakan 2024 penduduk Brazil menghabiskan 9 jam dan 13 menit per hari di depan layar, salah satu angka tertinggi di dunia.

Menteri Pendidikan Camilo Santana mengatakan anak-anak mulai menggunakan internet pada usia dini.

Hal itu membuat orang tua lebih sulit memantau yang mereka lakukan. Maka dengan membatasi smartphone di sekolah akan membantu mereka.

RUU tersebut mendapat dukungan langka di seluruh spektrum politik, baik dari sekutu Lula yang berhaluan kiri maupun musuh bebuyutannya yang berhaluan kanan, mantan Presiden Jair Bolsonaro.

Lembaga survei Brasil Datafolha pada Oktober 2024 lalu mengatakan hampir 2/3 responden mendukung pelarangan penggunaan ponsel bagi anak-anak dan remaja di sekolah.

Lebih dari 3/4 mengatakan handphone lebih banyak menimbulkan kerugian daripada manfaat bagi anak-anak mereka.

“memang sulit (membatasi penggunaan ponsel), tetapi perlu. Memang berguna bagi mereka untuk mencari informasi sekolah, tetapi menggunakannya secara sosial tidaklah baik. “Anak-anak akan lebih banyak berinteraksi,” kata Ricardo Martins Ramos, 43 tahun, ayah 2 anak perempuan dan pemilik restoran hamburger di Rio de Janeiro.