Brazil Batasi Penggunaan Ponsel Bagi Pelajar

Februari mulai diberlakukan

Brazil
Ilustrasi remaja bermain hape di jam belajar. (Foto: Canva)
Panbil Mall
Brazil
Ilustrasi siswi sekolah dasar bermain ponsel di kelas sekolah. (Foto: ShutterStock)

Putrinya Isabela (13) mengatakan teman-teman sekelasnya sulit untuk fokus selama proses belajar di kelas karena ponsel mereka.

Isabela setuju langkah tersebut, tapi ia tak menganggapnya cukup untuk meningkatkan lingkungan belajar bagi semua orang.

“Ketika guru mengizinkan Anda menggunakan ponsel, itu karena ia ingin Anda melakukan pencarian,” katanya. Masih banyak hal yang tidak dapat diselesaikan oleh sekolah, seperti perundungan dan pelecehan,” kata Isabela.

Pada tahun 2023, sekitar dua pertiga sekolah di Brasil memberlakukan beberapa pembatasan pada penggunaan ponsel, sementara 28% melarangnya sepenuhnya, menurut survei yang dirilis pada bulan Agustus oleh Komite Pengarah Internet Brasil.

Negara bagian Brasil, Rio de Janeiro, Maranhao, dan Goias telah mengesahkan undang-undang lokal untuk melarang perangkat semacam itu di sekolah. Namun, pihak berwenang kesulitan untuk menegakkan undang-undang ini.

Pihak berwenang di Sao Paulo, negara bagian terpadat di Brasil, sedang mendiskusikan apakah telepon pintar harus dilarang baik di sekolah negeri maupun swasta.

Tahun 2024, Cina membatasi pemakaian ponsel untuk anak-anak. Prancis juga sudah melarang untuk anak berusia 5 hingga 15 tahun.

Kemudian, 8 negara bagian AS telah telah melarang penggunaan ponsel untuk mencoba mengekang akses telepon siswa dan meminimalkan gangguan di ruang kelas.

Semakin banyak orang tua di seluruh Eropa yang khawatir dengan bukti penggunaan smartphone bagi anak dan remaja dinilai membahayakan keselamatan dan kesehatan mental mereka.

UNESCO selaku Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB mengatakan 1 dari 4 negara telah membatasi penggunaan perangkat tersebut di sekolah, sebuah laporan yang diterbitkan pada September 2025.

 

Editor: Fatmi Rahim