
Patrolmedia.co.id, Solok – Ajang kejuaraan Taekwondo Walikota Solok Cup III yang di ikuti 5 Provinsi Pulau Sumatera, memberi efek positif bagi warga Solok.
Terbukti, turnamen yang digelar selama 4 hari sejak Kamis-Minggu (16-19/12/2021) di Sport Hall Tanjung Paku, Kota Solok itu, mampu mendatangkan sedikitnya 1.500 orang dan drastis menggerakkan ekonomi di kota itu.
Sayangnya, iven akbar dalam rangka Hari Jadi Kota Solok ke-51 ini, tidak menjadi peluang bagi Dinas Pariwisata (Dispar) dan Diskop UKM Pemko Solok, untuk menangguk pendapatan daerah.
Berbagai Kalangan Beri Ucapan Selamat Hari Jadi Kota Solok ke 51
Malah, menjadi anomali konsep sport tourism (paduan olahraga dan pariwisata). Padahal, iven ini merupakan sarana promosi gratis bagi Dinas tersebut.
Justru pihak yang menangguk untung di samping rumah penduduk tempat menginap, adalah para pedagang yang berjualan di sekitar Sporthall Tanjung Paku. Ada juga para pedagang nasi dan pedagang di Pasaraya Solok.
“Sangat disayangkan, peluang Ini tak dimanfaatkan Dispar dan Diskop UKM, semestinya Dispar mempromosikan titik-titik wisata Kota Solok dengan membuka stand promosi di lokasi, minimal ada spanduk berisi foto-foto lokasi wisata di Kota Solok,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Solok Efriyon Coneng, Jum’at (17/12/2021).
Sebab, lanjutnya, di hari ketiga, Sabtu (18/12/2021), pertandingan ditiadakan dari pagi hingga sore, karena disejalankan dengan kegiatan vaksinasi massal oleh Polres Solok Kota. Sehingga, para taekwondoin dan keluarganya akan memanfaatkan ini untuk mengunjungi spot-spot wisata Kota Solok.
“Apalagi, waktu kejuaraan ini, bertepatan dengan hari libur, setelah pelajar selesai ujian semester,” kat Coneng yang juga Ketua Pengkot Taekwondo Kota Solok itu.
Selain itu, Coneng juga mengimbau warga untuk ikut berbenah dalam menerima tamu. Sehingga, para tamu nyaman selama berada di Solok.
Sebagai panitia pelaksana, Coneng dan Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) Kota Solok, mewanti-wanti warga yang terlibat di lokasi turnamen agar tidak berbuat hal yang membuat malu daerah, terutama bagi petugas parkir dan para pedagang.
“Para pedagang sudah kita wanti-wanti agar melayani pembeli dengan ramah, Bahkan kita tegaskan, jika ada pedagang yang menaikkan harga jualannya dari harga normal, mereka akan di usir dari lokasi,” kata Coeng.
“Alhamdulillah, hingga dua hari ini, (registrasi hari Rabu dan pertandingan hari pertama pada Kamis), para pedagang sangat patuh dengan harga bahkan dengan kebersihan setelah berjualan,” sambungnya.
Pengamanan Turnamen Taekwondo di Tanjung Paku Kurang Maksimal, Penonton Masuk ke Arena




















