Keturunan dan Ketakutan Vidi Aldiano
Penyanyi ternama, Vidi Aldiano, kembali menjadi perbincangan setelah membuka rahasia mengenai keturunannya. Suami dari Sheila Dara ini memiliki kekhawatiran yang sangat mendalam terkait potensi penurunan penyakit genetik yang dialaminya.
Ketakutan tersebut diungkapkan oleh Vidi dalam episode terakhir PodHub bersama Deddy Corbuzier. Menurutnya, jika anaknya mewarisi penyakit genetik yang ia alami, yaitu kanker ginjal yang didiagnosis sejak Desember 2019, hal itu akan menjadi sesuatu yang sangat menakutkan.
“Gue takut kalau anak gue punya genetik dari sakit gue,” ujar Vidi dengan suara yang terdengar khawatir.
Hingga saat ini, Vidi dan Sheila masih belum diberi momongan. Pasangan yang telah menikah selama tiga tahun, tepatnya pada 15 Januari 2022 lalu, masih menantikan kelahiran anak pertama mereka. Namun, kekhawatiran Vidi tentang potensi penurunan penyakit genetik tetap menjadi beban berat baginya.
Vidi menjelaskan bahwa jika penyakit tersebut benar-benar diturunkan kepada sang anak, ia tidak bisa melakukan apa-apa. Ia memilih untuk menghindari kemungkinan tersebut dengan segala cara.
“Gak bisa gue apa-apain,” tambahnya dengan nada sedih.
Riwayat Penyakit Kanker Ginjal Vidi Aldiano
Pada akhir tahun 2019, Vidi divonis mengidap kanker ginjal stadium 3. Setelah diagnosis tersebut, ia langsung menjalani operasi pengangkatan ginjal sebelah kiri pada 13 Desember 2019 di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura. Setelah operasi, dokter melakukan penelitian lebih lanjut mengenai jenis kanker yang ia alami dan menyimpulkan bahwa kanker tersebut termasuk ganas.
Sejak saat itu, Vidi masih harus menjalani kontrol kesehatan rutin di Singapura. Pada 2021, sel kanker kembali ditemukan di bantalan ginjalnya dengan tipe kanker yang sama seperti sebelumnya. Sejak saat itu, Vidi terus menjalani pengobatan kemoterapi tiap tiga minggu sekali.
Pengaruh Perawatan Detoksifikasi Terhadap Kondisi Fisik dan Mental
Pada 2024, Vidi menjalani detoksifikasi tubuh di Koh Samui, Thailand. Proses ini membuat berat badannya turun hingga 6-7 kg karena hanya boleh mengonsumsi cairan. Meski tujuannya adalah untuk meningkatkan kesehatan, dampaknya terasa sangat besar terhadap kondisi mentalnya.
Akibat penurunan berat badan yang drastis, Vidi mengalami gangguan dismorfik tubuh. Hal ini membuatnya merasa tidak nyaman dengan penampilannya sendiri, meskipun secara medis kondisinya sedang stabil.
Vidi Aldiano tetap berjuang melawan penyakitnya sambil mencoba menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan mental. Keberaniannya dalam menghadapi kanker serta kekhawatiran terhadap masa depan anaknya memberikan inspirasi bagi banyak orang yang juga sedang menghadapi tantangan serupa.























