Berita  

Profil Mochtar Kusumaatmadja: Pendiri Wawasan Nusantara, Ditetapkan sebagai Pahlawan

Panbil Mall

Profil Mochtar Kusumaatmadja

Presiden Prabowo Subianto secara resmi memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Mochtar Kusumaatmadja di Istana Negara, Senin (11/10). Mochtar dikenal sebagai mantan Menteri Luar Negeri pada masa pemerintahan Soeharto. Berikut adalah profil lengkapnya.

Latar Belakang dan Pendidikan

Mochtar lahir pada 17 Februari 1929 di Jakarta. Ia menempuh pendidikan sarjana muda dari Fakultas Sosial Ekonomi Politik Universitas Nasional Jakarta pada tahun 1953. Setelah itu, ia melanjutkan studi S1 di Fakultas Hukum Universitas Indonesia pada 1955.

Ia kemudian melanjutkan studi magister di Sekolah Tinggi Hukum Yale (Yale University), Amerika Serikat. Setelah kembali ke Indonesia, ia menempuh pendidikan doktoral di bidang Ilmu Hukum Internasional di Universitas Padjadjaran, Bandung. Selain itu, Mochtar juga pernah mengambil program S3 di Universitas Chicago.

Pada 1958, ia melanjutkan kuliah S2 di Sekolah Tinggi Hukum Yale (Universitas Yale) AS. Setelah itu, ia pulang ke Indonesia dan menempuh program doktor (S3) bidang Ilmu Hukum Internasional di Universitas Padjadjaran pada 1962 dan sempat kembali ke AS untuk kuliah S3 di Universitas Chicago.

Pemikiran dan Kontribusi

Pemikiran Mochtar dikenal dengan Pola Ilmiah Pokok (PIP) Unpad yang berbunyi “Bina Mulia Hukum dan Lingkungan Hidup dalam Pembangunan Nasional”. Ia mendapat penghargaan dari Unpad berupa B. Mahuputra Utama dan B. Mahaputra Adipradana.

Sebelum menjabat sebagai menteri, Mochtar mewakili Indonesia pada beberapa konferensi internasional seperti Konperensi Hukum Laut di Jenewa, Colombo, dan Tokyo antara 1958–1961. Beberapa karya tulisnya juga menjadi dasar bagi lahirnya Undang-Undang Landas Kontinen Indonesia pada 1970.

Di sisi lain, ia juga mendirikan kantor hukum bernama Mochtar Karuwin Komar, yang merupakan kantor hukum pertama di Indonesia yang mempekerjakan pengacara asing.

Mochtar juga merupakan pencetus konsep Wawasan Nusantara. Gagasannya ini memengaruhi terbentuknya negara kepulauan Indonesia melalui Konvensi Hukum Laut Internasional (UNCLOS) 1982.

Jejak di Pemerintahan

Selama masa pemerintahan Suharto, Mochtar pernah menjabat sejumlah posisi penting. Ia menjabat sebagai Menteri Kehakiman Kabinet Pembangunan II pada 1973–1978. Selanjutnya, ia ditunjuk sebagai Menteri Luar Negeri Kabinet Pembangunan III dan IV pada 1978–1983 dan 1983–1988.

Meski sering dipercaya sebagai menteri, Mochtar tidak ragu untuk mengkritik pemerintah. Salah satu contohnya adalah kritik terhadap Manifesto Politik Soekarno. Akibat kritik tersebut, ia dipecat dari jabatan Guru Besar di Unpad. Pemecatan itu disampaikan oleh Soeharto melalui Telegram dari Jepang.

Selain sibuk dengan urusan pemerintahan, Mochtar juga memiliki hobi bermain catur. Bahkan, ia dipilih sebagai Ketua Umum Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) pada 1985.

Mochtar meninggal dunia di usia 92 tahun pada 6 Juni 2021. Keberadaannya di dunia politik dan hukum telah meninggalkan jejak yang sangat berarti bagi bangsa Indonesia.