Berita  

Kombes Pol Artanto: Rekreasi Santai Bersama Danger Pasca Dinas

Kombes Pol Artanto: Sang Polisi Humanis di Balik Ketegasan Juru Bicara Polda Jateng

Di tengah kesibukannya sebagai juru bicara Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah, Kombes Polisi Artanto menampilkan sisi lain dari dirinya yang humanis dan dekat dengan masyarakat. Sosoknya yang tegas saat memberikan keterangan resmi kepolisian ternyata menyimpan kehangatan sebagai kepala keluarga dan kecintaan mendalam terhadap hewan peliharaannya.

Sebagai perwira menengah Polri yang sehari-hari berhadapan dengan berbagai kasus kriminal, isu viral, hingga dinamika keamanan masyarakat, Artanto memiliki cara tersendiri untuk menjaga keseimbangan hidup. Selain momen kebersamaan dengan keluarga, ia juga menunjukkan dedikasinya pada hewan kesayangannya, seekor anjing ras Cane Corso bernama Danger.

Kombes Pol Artanto tidak hanya sekadar memelihara Danger. Ia terlibat langsung dalam hampir seluruh aspek perawatannya. Mulai dari memandikan, menyikat gigi, membersihkan telinga, menyisir bulu, hingga memberikan makan secara langsung. Rutinitas ini menjadi bagian penting dari kesehariannya.

“Saya memelihara Danger. Sering saya ajak jalan-jalan, jogging, dan bermain bersama,” ujar Artanto saat berkunjung ke kantor Tribun Jateng. Ia menjelaskan bahwa Danger bukan sekadar hewan peliharaan biasa, melainkan bagian dari keluarganya.

Dalam berbagai unggahan di media sosial, terlihat bagaimana Artanto secara aktif melatih kepatuhan dan fokus Danger. Aktivitas bersama meliputi latihan di treadmill, berenang di kolam khusus, hingga momen santai bersama. Bahkan, dalam sebuah video, Artanto terlihat dengan penuh kasih memijat tubuh Danger yang kelelahan setelah beraktivitas. Anjing besar itu tampak menikmati pijatan tersebut, menunjukkan kedekatan emosional yang kuat di antara keduanya.

Kedekatan Artanto dengan Danger juga terlihat ketika ia mengajaknya bepergian ke luar kota. Dalam unggahan terbarunya, Danger tampak ikut menemaninya berlibur ke Yogyakarta, menunjukkan bahwa Danger adalah sahabat setia yang selalu ada di sisinya, bahkan dalam perjalanan dinas atau liburan.

Menjaga Kebugaran dan Semangat Humanis

Di sela-sela kesibukannya yang padat, Kombes Pol Artanto juga dikenal sangat menjaga kebugaran fisiknya. Ia memiliki rutinitas berenang dan berlatih menyelam. Kemampuannya dalam melintasi kolam renang sepanjang 50 meter di bawah air dengan tenang terekam dalam sebuah video, menunjukkan dedikasinya pada kesehatan dan kedisiplinan diri.

Namun, di balik ketegasan dan kesibukannya, pandangan Artanto tentang sosok polisi ideal sangat jelas. Ia meyakini bahwa polisi yang humanis adalah polisi yang dekat dengan masyarakat, pendengar yang baik, siap melayani, dan mampu memberikan solusi.

“Menurut saya, polisi yang humanis adalah polisi yang dekat dengan masyarakat, mendengar, melayani, dan memberi solusi,” tegas Artanto. Prinsip ini bukan sekadar slogan baginya, melainkan sebuah nilai yang ia terapkan dalam setiap langkah karirnya.

Alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1994 ini memiliki rekam jejak panjang dalam membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat dan media. Sebelum menjabat sebagai Kabid Humas Polda Jawa Tengah sejak Juni 2024, Artanto telah mengemban berbagai tugas di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Timor Timur, Aceh, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga Kalimantan Timur.

Pengalamannya yang luas di bidang kehumasan membuatnya dikenal sebagai sosok yang responsif dalam memberikan klarifikasi terhadap berbagai isu yang berkembang di tengah masyarakat. Ia juga seringkali mengingatkan generasi muda untuk bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Aksi Heroik di Perlintasan Kereta Api

Nilai humanis yang diyakini Artanto tidak hanya sebatas perkataan, namun juga terbukti dalam tindakan nyata. Salah satu peristiwa yang menyoroti sisi humanisnya terjadi pada 13 Januari 2026 lalu di Kota Semarang.

Saat sedang menjalankan tugas dinas dan berhenti di perlintasan kereta api (KA) Jalan Madukoro Raya karena palang pintu akan ditutup, perhatian Artanto tertuju pada sebuah mobil minibus bertuliskan “Belajar Mengemudi” yang mendadak mogok tepat di atas rel. Diduga pengemudi yang sedang latihan mengemudi panik, sehingga kendaraan tidak dapat bergerak.

Situasi menjadi kritis karena kereta api sudah semakin dekat. Kejadian ini terekam oleh CCTV dan kemudian menjadi viral. Dalam rekaman tersebut, terlihat Kombes Pol Artanto bersama pengemudi mobil dinasnya segera turun dan berlari menuju lokasi. Bersama sejumlah warga, mereka bahu-membahu mendorong kendaraan tersebut keluar dari jalur rel.

Upaya penyelamatan ini berhasil dilakukan hanya sekitar 20 detik sebelum kereta api melintas. Rekaman CCTV yang beredar luas memperlihatkan detik-detik menegangkan ketika warga dan seorang polisi berlari bersama untuk mendorong mobil keluar dari rel. Sosok polisi yang dimaksud kemudian diketahui adalah Kombes Pol Artanto.

Meskipun tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, aksi spontan dan sigap Artanto menuai apresiasi yang besar dari warga dan petugas perlintasan. Tindakan tersebut berhasil mencegah potensi kecelakaan fatal yang bisa saja merenggut nyawa.

Artanto sendiri menyebutkan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk kepedulian yang seharusnya dimiliki oleh setiap orang. “Perlintasan kereta api adalah titik rawan yang membutuhkan kewaspadaan penuh. Pengendara harus memastikan kondisi kendaraan prima dan tetap tenang agar tidak terjadi situasi yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” pesannya. Aksi ini menjadi bukti nyata bagaimana seorang polisi dapat menjadi pahlawan dalam situasi darurat, menunjukkan bahwa ketegasan dan kepedulian dapat berjalan beriringan.