Kekalahan Al Nassr di Final Liga Champions Asia 2025/2026: Rasa Kecewa yang Terekspresikan
Final Liga Champions Asia 2025/2026 antara Al Nassr dan Gamba Osaka menjadi momen yang sangat berkesan, baik dalam konteks kekalahan maupun ekspresi emosi para pemain dan pelatih. Pertandingan yang digelar di King Saud University Stadium, Arab Saudi, pada Minggu (17/5) dini hari WIB, berakhir dengan skor 0-1 untuk kemenangan Gamba Osaka. Gol tunggal kemenangan tim Jepang tercipta di menit 30′ melalui Deniz Hummet, yang meneruskan umpan dari Issam Jebali.
Kekalahan ini tidak hanya mengakhiri harapan Al Nassr meraih gelar kontinental pertama mereka, tetapi juga memicu reaksi yang luar biasa dari beberapa tokoh penting di dalam tim, termasuk Cristiano Ronaldo dan Jorge Jesus.
Cristiano Ronaldo Menolak Hadir di Momen Pengalungan Medali
Salah satu momen paling mencolok adalah ketidakhadiran Cristiano Ronaldo dalam upacara pengalungan medali. Sebagai salah satu bintang terbesar sepak bola dunia, CR7 justru memilih untuk tidak hadir, bahkan meninggalkan lapangan segera setelah pertandingan usai. Dari video yang beredar di media sosial, tampak bahwa pemain berusia 41 tahun tersebut menunjukkan wajah raut masam dan tidak ingin dihampiri oleh siapa pun.
Ini merupakan kegagalan keempat bagi Ronaldo bersama Al Nassr di laga final, yang tentu saja membuatnya sangat kecewa. Namun, sikapnya yang tidak profesional dalam menghadiri acara resmi seperti pengalungan medali menjadi sorotan. Meski demikian, ada laporan yang menyebutkan bahwa medali untuk Ronaldo diwakili oleh rekan setimnya, Joao Felix, yang membawa dua medali—satu untuk dirinya sendiri dan satu lagi untuk CR7.
Jorge Jesus Banting Papan Taktik
Rasa frustrasi juga terlihat dari pelatih Al Nassr, Jorge Jesus. Setelah kekalahan yang tak terduga, sang pelatih menunjukkan emosinya dengan cara yang tidak biasa. Di menit 74, saat kekecewaannya mencapai puncak, Jesus langsung membanting papan taktik yang ia pegang dan meninggalkan pinggir lapangan. Staf pelatih kemudian segera mengumpulkan papan taktik yang berserakan.
Meskipun begitu, Jorge Jesus tetap hadir dalam acara pengalungan medali dan penyerahan trofi. Sikapnya ini menunjukkan bahwa meskipun kalah, ia tetap menjunjung sportivitas sebagai seorang pelatih.
Kingsley Coman Menunjukkan Kebesaran Hati
Di sisi lain, winger Al Nassr asal Prancis, Kingsley Coman, menunjukkan sikap yang berbeda. Setelah pertandingan, ia menghampiri tribun pendukung Al Nassr dan menunjukkan gesture permintaan maaf atas kekalahan tim melalui lambaian tangan. Ini menjadi contoh kebesaran hati yang tidak dilakukan oleh Cristiano Ronaldo, yang justru memilih untuk menghindari kontak dengan suporter.
Penampilan Al Nassr di Lapangan
Al Nassr tampil dengan kekuatan terbaik sejak menit awal pertandingan. Mereka langsung memainkan Cristiano Ronaldo, Sadio Mane, dan Joao Felix untuk menekan pertahanan Gamba Osaka. Namun, disiplin permainan tim Jepang membuat Al Nassr kesulitan mengubah dominasi menjadi gol. Gamba Osaka justru lebih efektif dalam memanfaatkan peluang, terutama lewat serangan balik yang memastikan kemenangan mereka.



















