Patrolmedia, Batam – Warga Batam diimbau mewaspadai penyebaran Virus Hanta yang ditularkan lewat tikus dan kotorannya.
Penyakit serius ini rawan menyerang warga yang tinggal di lingkungan lembap, kawasan kebun, gudang, hingga wilayah hinterland.
Puskesmas Bulang meminta warga tidak meremehkan keberadaan tikus di sekitar tempat tinggal.
Pasalnya, virus ini bisa memicu komplikasi berat jika terlambat ditangani.
“Satu gigitan tikus dapat menjadi ancaman besar bagi kesehatan. Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan agar penyebaran Virus Hanta dapat dicegah bersama,” tulis Puskesmas Bulang dalam keterangannya, sebagaimana dilansir laman Pemko Batam, Rabu (20/5/2026).
Kenali Gejala dan Cara Penularannya
Virus Hanta dikenal bisa menyebabkan penyakit berat seperti Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) dan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS).
Penularannya tergolong mudah dan kerap tidak disadari warga.
Penyebaran virus ini terjadi melalui beberapa cara, yakni:
- Menghirup debu yang terkontaminasi urine, air liur, atau kotoran tikus.
- Masuk melalui luka terbuka pada kulit.
- Kontak langsung dengan benda-benda yang telah tercemar.
Gejala klinis umumnya baru muncul sekitar 1 hingga 8 minggu usai seseorang terpapar virus.
Penderita biasanya bakal mengeluhkan beberapa gejala berikut:
- Demam tinggi mendadak dan sakit kepala hebat.
- Nyeri otot, terutama di bagian betis dan punggung.
- Mual, muntah, dan diare.
- Batuk hingga sesak napas akut.
“Pada kasus yang berat, penyakit ini dapat menyebabkan gangguan ginjal, perdarahan, bahkan kematian apabila terlambat ditangani,” tulis imbauan tersebut.
“Pada kasus yang berat, penyakit ini dapat menyebabkan gangguan ginjal, perdarahan, bahkan kematian apabila terlambat ditangani,” tulis imbauan tersebut.






















