
Word Sport Academy (WOSPAC) Barcelona Rep Office Indonesia secara resmi diperkenalkan kepada publik pada hari Senin (11/5) di Jakarta. Dengan mengusung tema “Jembatan Mengantar Mereka Jadi Hebat”, WOSPAC berkomitmen untuk memberikan pendampingan dan pengembangan terhadap bibit-bibit muda sepak bola Indonesia.
CEO dari WOSPAC Barcelona Rep Office Indonesia, Benhard Sitorus, menjelaskan bahwa kemitraan yang dibangun dengan WOSPAC Barcelona merupakan sebuah akademi sepak bola asrama internasional yang berada di Barcelona, Spanyol. Akademi ini didirikan pada tahun 2010 dan fokus pada pelatihan talenta muda usia 10–24 tahun. Pendekatan yang digunakan mencakup sepak bola, akademik, dan pengembangan kepribadian.
“WOSPAC adalah tentang kualitas pelatihan yang fokus pada pengembangan skill individu, penguatan fisik, serta nutrisi dengan metodologi Spanyol. Kemitraan WOSPAC memiliki kerja sama dengan beberapa klub Spanyol, termasuk EU Cornella, yang dikenal sebagai cikal bakal pemain sepak bola profesional,” ujar Benhard Sitorus pada hari Senin (11/5).
Ia menambahkan, “WOSPAC Indonesia membuka peluang bagi bakat lokal untuk merasakan pengalaman dan mental bertanding seperti pemain Eropa. Oleh karena itu, segala metode yang diterapkan dikembangkan langsung di Akademi WOSPAC Barcelona, sehingga tidak ada pengembangan metodologi yang dilakukan di Indonesia.”

Di sisi lain, Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah yang dilakukan oleh WOSPAC Indonesia. Menurutnya, inisiatif ini turut membantu PSSI dalam membangun pembinaan usia dini di Indonesia.
“Pembinaan sepak bola di Indonesia tidak mungkin hanya dilakukan oleh Federasi. Keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama kemajuan sepak bola. Salah satunya adalah hadirnya program pengembangan sepak bola internasional seperti WOSPAC Barcelona yang membuka akses pembinaan, pendidikan, dan exposure bagi talenta muda Indonesia ke ekosistem sepak bola Eropa,” kata Arya.
Ia menambahkan, “Kolaborasi seperti ini diharapkan dapat membantu peningkatan kualitas pemain usia muda, transfer knowledge kepelatihan, serta penguatan sport science dan pembinaan modern di Indonesia.”






















