Media Jepang Sebut Hajime Moriyasu Tak Menuju Timnas Malaysia, FAM Masih Cari Pelatih Baru

Panbil Mall

Nama Hajime Moriyasu sempat masuk daftar kandidat pelatih baru Timnas Malaysia, tetapi laporan media Jepang menyebut pelatih Timnas Jepang itu tidak akan memilih Harimau Malaya sebagai tujuan berikutnya. Kabar tersebut muncul di tengah upaya Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) mencari sosok permanen untuk mengisi kursi pelatih yang masih kosong sejak kepergian Peter Cklamovski. Hingga kini, Tan Cheng Hoe masih berstatus pelatih sementara dan sudah mendampingi tim saat tampil di FIFA ASEAN Cup 2026.

FAM memang belum menutup pencarian dan disebut terus menimbang sejumlah nama. Dari berbagai opsi yang beredar, Moriyasu dianggap sebagai salah satu calon paling realistis karena rekam jejaknya di level internasional. Namun, sejauh ini federasi Malaysia belum memberi banyak penjelasan soal apakah sudah ada komunikasi langsung dengan pelatih berusia 56 tahun itu. Harian Metro sebelumnya juga melaporkan bahwa FAM membantah telah melakukan pembicaraan dengan Moriyasu.

Isu ini pertama kali menguat setelah media Jepang, Sakanowa, mengangkat kemungkinan Moriyasu menjadi kandidat di Malaysia. Laporan itu merujuk pada situasi kontrak sang pelatih bersama Jepang yang disebut akan berakhir setelah Piala Asia 2027. Dengan kata lain, peluang pindah kerja sebenarnya terbuka, tetapi belum ada kepastian ke mana Moriyasu akan berlabuh bila masa tugasnya bersama Samurai Blue selesai.

Di sisi lain, Nikkan Gendai melaporkan arah yang berbeda. Media Jepang itu menyebut Moriyasu tidak akan pindah ke Malaysia, melainkan berpotensi direkrut Sint-Truiden, klub Liga Belgia yang dimiliki perusahaan Jepang, DMM.com. Jika benar terjadi, langkah itu akan menempatkan Moriyasu di lingkungan yang sudah lama menjadi pintu masuk pemain-pemain Jepang ke Eropa.

Sint-Truiden memang dikenal sebagai klub yang punya hubungan erat dengan sepak bola Jepang. Nama-nama seperti Takehiro Tomiyasu, Daichi Kamada, Zion Suzuki, Wataru Endo, dan Keito Nakamura pernah menapaki jalur karier ke lima liga top Eropa melalui klub tersebut. Karena itu, pemilik klub disebut ingin menjadikan Moriyasu semacam penghubung baru, kali ini untuk karier seorang pelatih.

Meski begitu, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Moriyasu maupun Sint-Truiden. Situasi ini membuat masa depan pelatih yang sukses membawa Jepang lolos dari fase grup Piala Dunia 2022 dan 2026 itu masih terbuka. Bagi Malaysia, nama Moriyasu tetap berada dalam radar, tetapi laporan terbaru dari Jepang memperkecil peluangnya untuk benar-benar menangani Harimau Malaya dalam waktu dekat.

Dengan kondisi tim yang belum memiliki pelatih permanen, FAM masih harus menentukan pilihan yang paling cocok untuk proyek jangka panjang. Pengalaman Moriyasu di dua edisi Piala Dunia dan dua edisi Piala Asia membuat namanya menarik, namun sampai ada pengumuman resmi, rumor kepindahan itu masih sebatas spekulasi yang belum terverifikasi.