Prediksi Harga Emas dan Faktor yang Mempengaruhi
Harga emas saat ini sedang diperdagangkan di bawah level Rp 3 juta per gram, mengingat dinamika geopolitik dan geoekonomi global. Pada pekan depan, harga emas diprediksi akan bergerak pada kisaran Rp 2,75 juta hingga Rp 2,9 juta per gram. Harga emas dunia tercatat ditutup di level 4.616 dolar AS per troy ons pada akhir perdagangan pekan ini. Sementara itu, harga logam mulia ditutup pada level Rp 2,79 juta per gram.
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuibi memprediksi bahwa jika harga emas dunia terkoreksi, level support-nya berada di 4.520 dolar AS per troy ons. Adapun level support kedua jika harga melemah berada di 4.389 dolar AS per troy ons. Jika mengalami koreksi, harga logam mulia diprediksi bergerak di level Rp 2,78 juta per gram sebagai level support pertama. Sementara level support kedua berada di Rp 2,75 juta per gram.
Sementara itu, jika harga emas mengalami penguatan, level resistance pertama berada di 4.720 dolar AS per troy ons dan level resistance kedua sebesar 4.851 dolar AS per troy ons. Adapun harga logam mulia diproyeksikan menuju level Rp 2,86 juta per gram sebagai level resistance pertama dan Rp 2,9 juta per gram sebagai level resistance kedua.
“Jadi, pada saat harga logam mulia turun, kemungkinan besar pekan depan berada di Rp 2,75 juta per gram minimal. Kemudian, kalau menguat maksimal di Rp 2,9 juta per gram. Jadi ada selisih Rp 150 ribu per gram. Itu selisih dari support rendah dan resistance tinggi,” ujar Ibrahim dalam keterangan suara kepada wartawan, Ahad (10/5/2026).
Di samping itu, ia menerangkan prediksi indeks dolar AS pada pekan depan kemungkinan ditransaksikan di level 97,10, sedangkan level resistance-nya sebesar 100,60. Dengan demikian, terdapat indikasi dolar AS akan mengalami penguatan.
Untuk harga minyak mentah, ia memprediksi harga WTI crude oil pada pekan depan diperdagangkan pada level support sebesar 90 dolar AS per barel dan level resistance di 113 dolar AS per barel.
Faktor Dinamika Geopolitik

Karyawan menunjukkan imitasi emas logam mulia di Butik Emas Logam Mulia Antam, Pulogadung, Jakarta. – (/Prayogi)
Ibrahim menjelaskan beberapa faktor yang memengaruhi proyeksinya terkait fluktuasi harga emas, penguatan indeks dolar AS, dan kenaikan harga minyak mentah. Pertama, dinamika konflik geopolitik yang masih bergulir, baik di Eropa Timur antara Rusia dan Ukraina maupun di Timur Tengah antara Iran melawan AS dan Israel.
Ia menerangkan, dalam konflik Timur Tengah, Iran disebut melakukan penyerangan menggunakan tanker kosong untuk mengelabui AS. Kapal-kapal tersebut kemudian disita dan diketahui tidak membawa muatan. Tindakan Iran tersebut membuat AS murka sehingga melakukan penyerangan terhadap kapal-kapal tanker Iran. Iran kemudian membalas dengan melakukan penyerangan terhadap kapal-kapal perusak AS. Pihak AS menyatakan tidak ada kerusakan terhadap kapal perusaknya. Namun, pihak Iran menyebut tiga kapal perusak AS mengalami kerusakan cukup parah.
“Tetapi kita harus melihat bahwa walaupun kemarin terjadi baku tembak, Presiden AS Trump tetap menyatakan gencatan senjata walaupun sedikit rapuh masih tetap berlaku,” ujarnya.
Di sisi lain, walaupun ketegangan di Timur Tengah masih berlangsung, upaya mediasi juga terus dilakukan di Pakistan. Menteri Luar Negeri AS mengonfirmasi Washington mengharapkan tanggapan dari Teheran secepatnya mengenai nota kesepahaman 14 poin. Kesepakatan tersebut diketahui dimediasi Pakistan dan Qatar yang memunculkan secercah harapan karena pejabat Iran telah mengisyaratkan persetujuan terhadap memorandum of understanding (MoU) tersebut.
Ibrahim menilai hal itu cukup menarik karena kemungkinan besar akan terjadi gencatan senjata dan babak baru apabila benar-benar tercapai kesepahaman mengenai MoU tersebut yang dapat mendorong deeskalasi di Timur Tengah, terutama di Selat Hormuz.
“Ini yang kemungkinan besar kita lihat di minggu depan kalau tidak ada intrik-intrik lain termasuk serangan sporadis AS terhadap Iran. Iran pun akan melakukan penyerangan terhadap kapal-kapal AS. Jadi sebenarnya Iran tidak mau menyerang, kalau diserang dulu baru akan melakukan penyerangan,” terangnya.

Ilustrasi emas batangan murni. – (ANTARA/Shutterstock/aa. (Shutterstock/Oleksan)
Kemudian, terkait konflik di Eropa, Rusia mengancam akan melakukan penyerangan besar-besaran terhadap Ukraina dan negara-negara anggota NATO yang membantu. Menurut analisis Ibrahim, hal itu menjadi salah satu pemicu harga emas terkerek.
Faktor kedua yang memengaruhi fluktuasi harga emas adalah dampak ekonomi dan kelumpuhan maritim akibat penutupan Selat Hormuz. Kondisi tersebut menyebabkan inflasi transportasi berpotensi meningkat dan membuat bank sentral global cenderung mempertahankan suku bunga dalam pertemuan bulan ini.
“Kita lihat lonjakan harga minyak yang cukup tinggi ini membuat inflasi cukup tinggi. Sehingga ini membuat orang yang melakukan investasi di logam mulia sedikit terhenti dan meninggalkan emas sebagai lindung nilai,” tuturnya.
Ibrahim melanjutkan, terkait kebijakan ekonomi di AS, data pertumbuhan lapangan kerja pada April 2026 terbilang solid. Hal itu mengindikasikan Bank Sentral AS kemungkinan besar akan mempertahankan suku bunganya.
“Ini mengindikasikan Bank Sentral AS di bawah Kevin Warsh kemungkinan besar akan mempertahankan suku bunga. Dan bisa saja seandainya situasi di Timur Tengah mereda, Bank Sentral AS pada bulan berikutnya akan menurunkan suku bunga dan ini akan membuat orang kembali masuk ke emas maupun logam mulia,” jelasnya.
Faktor ketiga adalah kebijakan politik di AS. Ibrahim menyebut kondisi politik di AS masih terus memanas. Terdapat kekhawatiran perang berkepanjangan yang membuat perekonomian AS semakin tidak menentu.
AS merupakan salah satu negara dengan konsumsi minyak mentah yang cukup besar, terutama gasoline dan gas. Hal itu kemungkinan besar membuat Trump sedikit menahan diri terhadap perang di Timur Tengah.
“Di sisi lain, Trump menginginkan Partai Republik bisa memenangkan pemilihan pada November untuk calon Dewan Perwakilan Rakyat. Kalau Trump terlalu kaku atau sporadis melakukan perang di Timur Tengah, kemungkinan besar akan ditinggalkan massanya. Sehingga Trump harus bisa bermain cantik agar masyarakat AS kembali mempercayakan Partai Republik,” terangnya.
Faktor keempat berkaitan dengan supply dan demand. Ibrahim menuturkan kuartal I 2026 merupakan periode yang cukup krusial karena mengalami pelemahan. Di sisi lain, bank sentral global melakukan pembelian emas secara besar-besaran.
Misalnya, Bank Sentral China memperkuat cadangan devisa nasionalnya pada kuartal I dengan membeli emas sebanyak 7,15 ton. Hal itu mengindikasikan pada saat harga emas mengalami penurunan, bank sentral global melakukan pembelian.
Dengan demikian, dalam kurun lima tahun terakhir, China telah memiliki cadangan emas terbesar kelima di dunia dengan total mencapai 2.313,48 ton.






















