Pencak Silat Siap Bawa Indonesia ke Olimpiade Bersama Prabowo

Panbil Mall

Pencak Silat Menuju Olimpiade, Kiprah Pesilat Indonesia di Munas XVI IPSI

Di tengah semangat yang tinggi, para pesilat Indonesia menyambut Musyawarah Nasional (Munas) XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dengan harapan besar. Mereka berharap bahwa acara ini akan menjadi langkah penting dalam mewujudkan cita-cita pencak silat tampil di ajang Olimpiade.

Salah satu tokoh yang hadir dalam acara tersebut adalah Ramadan Pamungkas, pendekar Tapak Suci Muhammadiyah. Ia menilai bahwa Munas kali ini tidak hanya harus melahirkan pemimpin yang layak menggantikan Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum Pengurus Besar (PB) IPSI, tetapi juga harus mampu memperkuat fondasi organisasi dan mempercepat langkah pencak silat menuju Olimpiade.

“Semoga harapan kita pemimpin IPSI yang menggantikan Pak Presiden Prabowo nanti akan bisa melanjutkan misi-misinya, yaitu pencak silat menuju Olimpiade,” ujarnya.

Ramadan menekankan bahwa target pencak silat menuju Olimpiade dapat terwujud jika seluruh elemen, mulai dari pengurus hingga pelatih nasional, melakukan persiapan secara matang. Salah satu langkah yang perlu diperkuat, menurut dia, adalah sistem pelatihan yang efektif untuk mencetak atlet-atlet unggul yang mampu bersaing di level dunia, sekaligus memperluas penyebaran pencak silat secara global.

“Untuk persiapannya (go Olimpiade), kita berharap mungkin dari pengurus-pengurus, termasuk juga dari pelatih-pelatih nasional, kita harapkan memang agar supaya bisa lebih baik lagi dan lebih bisa menciptakan atlet-atlet yang benar-benar bisa untuk menuju ke Olimpiade,” tambahnya.

Harapan serupa juga disampaikan oleh Alfius Demena, Ketua IPSI Provinsi Papua. Ia berharap Munas kali ini mampu melahirkan kebijakan konkret yang mempercepat langkah pencak silat agar dapat menjadi cabang olahraga Olimpiade di masa depan.

Menurutnya, jalan menuju Olimpiade memang tidak mudah. Namun, ia tetap merasa optimistis asal seluruh elemen mau bekerja secara kolektif di berbagai aspek, mulai dari pembinaan atlet hingga peningkatan kualitas perangkat pertandingan.

“Dengan kepengurusan yang baru, kami berharap semua program kebijakan dapat terlaksana baik. Hal itu menyangkut kepelatihan, persiapan wasit juri, persiapan pelatih, semuanya diharapkan bisa mengarah ke Go Olimpiade,” jelasnya.

Namun, Alfius menegaskan bahwa IPSI Papua tidak hanya bergantung pada hasil Munas ini. Sejak awal kepemimpinannya, ia mengatakan bahwa organisasinya telah berinisiatif membina atlet yang mampu bersaing di tingkat global.

“Sejak kepengurusan kami, target kami adalah bagaimana atlet-atlet Indonesia bisa go internasional. Salah satunya mengikuti program yang ada pada PB IPSI, agar bagaimana bisa masuk sebagai salah satu cabang olahraga di Olimpiade,” jelasnya.

Pada sambutannya di Munas IPSI kali ini, Prabowo memutuskan untuk tidak lagi mengajukan diri sebagai Ketua Umum PB IPSI. Kendati demikian, ia berharap penerusnya dapat menjalankan misi besarnya, yakni membawa pencak silat ke ajang Olimpiade.

“Banyak tugas PB IPSI ke depan. Saya minta maaf saya belum berhasil membawa pencak silat ke Olimpiade. Kita terus berusaha. Saya kira, saya yakin pengganti saya nanti akan berhasil membawa ke Olimpiade,” ujar Prabowo.