Krisis Pemain Asing Melanda Arema FC Jelang Jamuan Malut United
Arema FC kini tengah menghadapi situasi genting menjelang pertandingan kandang melawan Malut United di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, yang dijadwalkan pada 3 April 2026. Skuad berjuluk Singo Edan ini dilanda krisis pemain asing yang cukup serius, memaksa pelatih Marcos Santos untuk memutar otak mencari solusi terbaik. Krisis ini timbul akibat kombinasi akumulasi kartu dan cedera yang menimpa sejumlah pilar asing tim.
Secara total, enam pemain asing dipastikan absen dalam laga krusial ini. Tiga di antaranya, yaitu Dalberto, Pablo Oliveira, dan Matheus Blade, harus menepi karena mendapatkan kartu merah langsung saat Arema FC berhadapan dengan Bhayangkara FC pada pekan ke-25 Super League 2025/2026. Sementara itu, dua pemain lainnya, Betinho dan Joel Vinicius, absen karena akumulasi kartu. Pemain asing keenam yang tidak bisa tampil adalah Walisson Maia, yang masih bergulat dengan cedera.
Situasi semakin rumit dengan adanya satu pemain asing lain yang kondisinya diragukan untuk tampil, yaitu Valdeci Moreira. Pemain yang memiliki peran penting di lini tengah ini masih mengalami cedera lutut. Pelatih Marcos Santos mengonfirmasi kondisi Valdeci, menyatakan, “Valdeci masih mengalami cedera lutut. Jadi kami masih memantau terus perkembangannya.”
Dengan absennya begitu banyak pemain asing, Arema FC hanya akan memiliki empat pemain asing yang siap diturunkan dalam pertandingan melawan Malut United. Keempat pemain tersebut adalah Lucas Frigeri yang bertindak sebagai penjaga gawang, Gustavo Franca, Gabriel Silva (Gabi), dan Julian Guevara.
Pelatih Marcos Santos mengungkapkan harapannya agar Valdeci Moreira segera pulih dan dapat kembali menjadi motor serangan tim dari lini tengah. Pemain berusia 31 tahun asal Brasil ini telah membuktikan kontribusinya bagi Arema FC, dengan mencatatkan 21 penampilan musim ini. Meskipun kerap masuk dari bangku cadangan, Valdeci telah menyumbangkan empat gol dan empat assist. “Saya harap kondisinya semakin membaik mendekati pertandingan nanti. Semoga mulai pekan depan sudah mulai latihan, sembari kami menunggu informasi lanjutan dari tim medis,” ujar Marcos Santos.
Kekurangan pemain asing ini tentu menjadi pekerjaan rumah besar bagi Marcos Santos. Ia mengaku telah menyiapkan beberapa opsi taktis untuk menghadapi Malut United. Salah satu strategi yang kemungkinan akan diambil adalah memberikan kesempatan lebih besar kepada para pemain lokal untuk unjuk gigi. “Karena di laga kemarin kami diganggu oleh wasit yang menyebabkan lima pemain kami harus absen, tentu saja kami akan memberi kesempatan kepada pemain lokal,” tegasnya, menandakan bahwa Dendi Santoso dan rekan-rekannya akan mendapat sorotan lebih dalam pertandingan ini.
Harapan Kembalinya Walisson Maia: Angin Segar di Lini Pertahanan
Di tengah badai krisis pemain asing, secercah kabar gembira datang dari kubu Arema FC terkait kondisi bek andalan mereka, Walisson Maia. Pemain asal Brasil ini dikabarkan menunjukkan progres pemulihan yang signifikan pasca mengalami cedera patah tulang fibula. Sebelumnya, cedera ini diprediksi akan mengakhiri musim kompetisi Walisson lebih cepat.
Namun, hasil dari proses pemulihan yang dijalani Walisson Maia justru berjalan lebih cepat dari perkiraan medis awal. Kini, tim pelatih Arema FC hanya perlu menantikan hasil tes medis terbaru yang akan menentukan kapan Walisson dapat kembali merumput bersama Singo Edan. Pelatih Marcos Santos optimis, “Maia masih ada kesempatan untuk bermain sebelum musim kompetisi berakhir. Kami masih harus melihat hasil tes medis Minggu ini.”
Walisson Maia mengalami cedera saat Arema FC melakoni laga tandang melawan Persija Jakarta pada 8 Februari 2026. Ia terpaksa ditarik keluar pada menit ke-66 dalam pertandingan yang berakhir dengan kemenangan Arema FC 0-2. Kehadiran Walisson Maia sangat krusial bagi pertahanan Arema FC. Statistik menunjukkan adanya perbedaan mencolok ketika ia bermain dan absen. Tanpa kehadiran pemain berusia 34 tahun tersebut, gawang Arema FC kerap kali kebobolan. Sebaliknya, saat Walisson bermain, Arema FC berhasil mencatatkan tiga pertandingan beruntun tanpa kebobolan di awal putaran kedua musim ini.
“Walisson adalah pemain yang bagus. Dia mampu berduet dengan siapa saja, seperti Hansamu Yama hingga Julian Guevara. Kami sangat berharap dia segera pulih lebih cepat,” ujar Marcos Santos, menekankan pentingnya peran Walisson di lini belakang.
Latihan Intensif dan Harapan Pemulihan Total
Pelatih Marcos Santos menjelaskan bahwa cedera yang dialami Walisson Maia sebenarnya tidak terlalu parah. Saat ini, Walisson masih berada di Malang dan tengah menjalani program latihan intensif yang didampingi oleh fisioterapis Arema FC. Sesi latihannya pun masih bersifat terpisah dari rekan-rekan setimnya, dengan fokus utama pada pemulihan cedera.
Kembalinya Walisson Maia diharapkan dapat menjadi solusi bagi permasalahan di lini pertahanan Arema FC yang belakangan ini menjadi sorotan. Dalam empat pertandingan terakhir, gawang Singo Edan tercatat kebobolan sebanyak 11 gol, sebuah catatan yang cukup mengkhawatirkan. Kondisi ini membuat Marcos Santos sangat menantikan kembalinya sang bek. “Cederanya Maia memang tidak begitu parah. Kalau hasil tesnya bagus, ia akan langsung mulai latihan bersama. Kalau siap, sudah mulai bisa kita mainkan,” tandasnya penuh harap.




















