Patrolmedia, Jakarta – Peringatan malam Nuzulul Quran tahun 2026 bakal digelar di Istana Negara di Jakarta.
Hal itu disampaikan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar usai bertemu Presiden Prabowo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/3/2026).
“Insya Allah, peringatan Nuzulul Quran direncanakan akan dilaksanakan di Jakarta, tepatnya di Istana Negara,” ujar Nasaruddin, dikutip dari laman Kemenag.
Sebelum diputuskan di Istana Negara, Nasaruddin mengungkap ada beberapa alternatif lokasi yang sempat dibahas bersama Prabowo.
Lokasi tersebut mulai dari Ibu Kota Nusantara (IKN) hingga Masjid Istiqlal.
“Di antaranya di Ibu Kota Nusantara (IKN), Masjid Istiqlal, Istana Negara, maupun tempat lainnya. Dan Bapak Presiden memberikan arahan agar kegiatan tersebut dilaksanakan di Istana Negara,” tuturnya.
Pemilihan Istana Negara bukan tanpa alasan. Nasaruddin menilai lokasi ini punya makna simbolik yang kuat untuk menyatukan nilai spiritual dan nilai kenegaraan.
Ia menekankan bahwa Nuzulul Quran 2026 bukan sekadar seremonial keagamaan bagi umat Islam.
Momen ini menjadi pengingat nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan dalam kehidupan berbangsa.
“Ini bukan sekadar seremoni keagamaan, tetapi juga momentum untuk meneguhkan komitmen kebangsaan kita. Nilai-nilai Al-Quran sangat relevan dalam kehidupan bernegara,” tambah Nasaruddin.
Kementerian Agama kini tengah menyiapkan konsep acara yang khidmat namun inklusif.
Acara ini direncanakan bakal melibatkan tokoh agama, duta besar negara sahabat, hingga perwakilan generasi muda sebagai ruang silaturahmi kebangsaan.
Terkait persiapan teknis, Kemenag akan terus berkoordinasi matang dengan pihak Istana.
“Kami akan mempersiapkan segala sesuatunya dengan sebaik-baiknya. Insya Allah, ini akan menjadi peringatan yang penuh makna,” pungkasnya.
(Ipl/Ft)























