Kemenkes Bangun Kembali 2 Puskesmas Pasca Bencana di Aceh Cuma 3 Minggu

Puskesmas Aceh
2 Puskesmas di Aceh Timur, dan Aceh Tenggara, rampung dikerjakan pasca bencana. (Foto: Kemenkes

Patrolmedia, ​Aceh – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bergerak cepat memulihkan layanan kesehatan Puskesmas Aceh pasca bencana.

Dua Puskesmas yang sebelumnya hancur total berhasil dibangun kembali hanya dalam waktu tiga minggu.

​Kedua fasilitas kesehatan tersebut adalah Puskesmas Lokop di Aceh Timur dan Puskesmas Jambur Lak-Lak di Aceh Tenggara.

​Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, meresmikan langsung operasional kedua Puskesmas ini.

Langkah tersebut diambil sebagai upaya percepatan pemulihan agar masyarakat terdampak bencana bisa kembali mendapatkan pelayanan dasar secara optimal.

​”Ada dua Puskesmas yang hancur total di Aceh, satu di Lokop, Aceh Timur, dan satu lagi di Jambur Lak-Lak, Aceh Tenggara. Alhamdulillah, keduanya bisa dibangun dan diselesaikan dalam waktu tiga minggu, dan hari ini kita resmikan agar bisa langsung melayani masyarakat,” kata Budi, dikutip dari laman kemkes, Minggu (15/2/2026).

​Pembangunan ini merupakan hasil kolaborasi lintas kementerian, khususnya dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), yang berperan krusial dalam mempercepat infrastruktur kesehatan di wilayah terdampak.

​”Kami berterima kasih kepada Kementerian PU yang telah membangun Puskesmas ini dengan sangat cepat. Kolaborasi lintas sektor seperti ini sangat penting agar layanan kesehatan masyarakat bisa segera pulih,” tambahnya.

​Selain peresmian fisik bangunan, Menkes Budi juga mengapresiasi dukungan para mitra, yaitu PT Pegadaian dan PT Jayamas Medica Industri Tbk. Keduanya berperan dalam penyediaan alat kesehatan dan perabotan agar Puskesmas dapat langsung beroperasi.

​Dukungan juga datang dari Yayasan Amanah Bakti Negeri yang memperkuat layanan kesehatan darurat di Aceh. Bantuan yang disalurkan meliputi 3 unit ambulans, tiga unit motor layanan kesehatan, 35 unit Starlink, 35 genset, serta 35 unit filter air bersih yang telah didistribusikan ke berbagai wilayah di Aceh.

​”Kami menerima dan menyalurkan bantuan dari Yayasan Amanah Bakti Negeri berupa ambulans dan berbagai sarana pendukung layanan kesehatan. Bantuan ini sangat membantu memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan di daerah terdampak,” jelas Menkes.

​Tidak hanya fokus pada gedung Puskesmas, pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada pemulihan hunian tenaga kesehatan (nakes) yang terdampak bencana.

​Kemenkes rutin memantau proses penggantian biaya dan perbaikan rumah nakes agar segera terealisasi.

​”Kami rutin memantau setiap dua minggu agar rumah para tenaga kesehatan bisa mendapatkan biaya perbaikan. Harapannya sebelum Ramadan dan Lebaran, mereka sudah bisa kembali ke rumah, beristirahat dengan nyaman, dan bekerja optimal melayani masyarakat,” pungkas Budi.

​Kemenkes berkomitmen mendampingi pemda memproses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana guna memperkuat ketahanan sistem kesehatan di wilayah rawan bencana.