Kapal Wisata Phinisi Tenggelam di Labuan Bajo, 4 Turis Spanyol Masih Hilang

Kapal Phinisi Tenggelam
Polairud bersama Basarnas melakukan pencarian terhadap 4 turis Spanyol yang hilang dalam insiden tenggelamnya kapal wisata di perairan selat padar. (Foto: SAR Komodo Labuan Bajo)

Kapal Wisata Phinisi Tenggelam

Kapal Wisata Phinisi Tenggelam
Tim SAR melakukan pencarian atas hilangnya 4 warga Spanyol di perairan selat padar, Labuan Bajo. (Foto: SAR)

“Kami menyampaikan empati dan duka cita yang mendalam. Kemenpar memberi dukungan serta bantuan yang diperlukan dalam penanganan pasca-kejadian ini,” katanya.

Widi menjelaskan, Kemenpar telah menugaskan Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Krisis, Kepala Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores, serta Direktur Politeknik Pariwisata Bali untuk mendampingi keluarga korban.

Meski begitu, kata Widi, pihaknya tetap menghormati persetujuan keluarga dan berkoordinasi dengan Kedubes Spanyol.

Sementara, Pemerintah Spanyol mengapresiasi dan berterima kasih atas respons cepat  profesional tim penyelamat Indonesia.

“Saat ini fokus bersama kami adalah memaksimalkan pencarian terhadap empat korban yang masih dinyatakan hilang,” sebut Widi.

Sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), operasi pencarian digelar 7 hari dengan evaluasi berkala berdasarkan kondisi cuaca dan keselamatan tim SAR di lapangan.

Sebagai langkah pencegahan, otoritas kesyahbandaran di bawah Kementerian Perhubungan menetapkan larangan sementara pelayaran kapal wisata di perairan Labuan Bajo dan Kepulauan Komodo.

Pelarangan diberlakukan terhitung 26 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026 hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.

Kemenpar berkomitmen mengutamakan keselamatan wisatawan, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta memastikan penanganan insiden dilakukan transparan, humanis, dan bertanggung jawab.

 

(Ipl/Ft)