Modus Penipuan Berkedok Bantuan Masjid: Oknum Manfaatkan Nama Wakil Gubernur Sulbar
Masyarakat di Sulawesi Barat kembali dihebohkan dengan modus penipuan yang sangat meresahkan. Kali ini, para pelaku kejahatan menggunakan nama besar Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Salim S. Mengga, sebagai kedok untuk menipu sejumlah pihak, terutama pengurus masjid, dengan iming-iming bantuan dana pembangunan. Modus ini bukan kali pertama terjadi, namun tampaknya masih terus berulang dengan berbagai taktik baru yang lebih licik.
Para pelaku, yang bertindak sebagai orang tak dikenal (OK), menghubungi langsung para pengurus masjid. Mereka mengaku sebagai perantara resmi yang ditugaskan langsung oleh Wakil Gubernur Sulbar untuk menyalurkan bantuan dana pembangunan masjid. Tujuannya jelas: untuk mendapatkan kepercayaan dan kemudian mengeruk keuntungan pribadi dari niat baik para pengurus masjid yang sedang berjuang membangun rumah ibadah.
Taktik Licik Para Penipu
Untuk meyakinkan calon korban, para pelaku ini tidak main-main dalam melancarkan aksinya. Mereka menggunakan berbagai metode, yang paling umum adalah dengan mengirimkan bukti transfer dana yang ternyata palsu. Bukti slip transfer ini dibuat sedemikian rupa agar terlihat meyakinkan, lengkap dengan detail nominal dan nama bank. Tujuannya adalah untuk menciptakan ilusi bahwa bantuan tersebut benar-benar akan cair dan meyakinkan korban untuk melangkah ke tahap selanjutnya.
Setelah korban terpancing dan mulai percaya dengan bukti transfer palsu tersebut, pelaku akan melancarkan permintaan berikutnya. Mereka akan meminta agar sebagian dari “dana bantuan” yang dijanjikan tersebut diteruskan atau ditransfer balik ke sebuah yayasan tertentu. Alasan yang diberikan pun sangat halus, yaitu sebagai bagian dari “amanah” dari Wakil Gubernur. Dengan dalih ini, pelaku berharap korban akan segera mentransfer uang tersebut tanpa curiga, karena seolah-olah itu adalah instruksi langsung dari pejabat tinggi.
Namun, kenyataannya, seluruh rangkaian informasi yang disampaikan, termasuk bukti transfer, adalah kebohongan belaka. Tidak ada bantuan dana pembangunan masjid yang benar-benar disalurkan melalui perantara pribadi seperti yang diklaim oleh pelaku.
Penegasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat
Menanggapi maraknya kasus penipuan ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat memberikan penegasan yang sangat jelas. Pihak pemerintah menegaskan bahwa baik Wakil Gubernur Salim S. Mengga maupun Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, tidak pernah menugaskan siapapun untuk menghubungi masyarakat terkait penyaluran bantuan pembangunan masjid. Terlebih lagi, mereka tidak pernah memberikan instruksi untuk meminta penerusan dana pembangunan ke pihak lain.
Ardhi Amanah, Sespri (Sekretaris Pribadi) Wakil Gubernur, turut angkat bicara untuk memberikan peringatan keras. Ia menekankan bahwa modus penipuan yang mengatasnamakan Wakil Gubernur ini kembali terjadi dan meminta seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Kami menegaskan, tidak ada bantuan yang disalurkan Wakil Gubernur melalui perantara pribadi, apalagi meminta penerusan dana,” ujar Ardhi Amanah. Ia menambahkan imbauan agar masyarakat tidak mudah percaya pada tawaran bantuan yang datang secara tiba-tiba atau melalui jalur yang tidak resmi. “Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dan segera melakukan pengecekan jika menerima informasi serupa,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mengingatkan seluruh lapisan masyarakat untuk selalu waspada terhadap berbagai modus penipuan yang kerap kali memanfaatkan nama baik pejabat publik demi keuntungan pribadi. Kasus penipuan ini saat ini tengah dalam proses pelacakan lebih lanjut oleh pihak berwenang agar para pelaku dapat segera ditindak sesuai hukum yang berlaku dan tidak menimbulkan korban lebih banyak lagi.
Penting bagi masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima, terutama yang berkaitan dengan permintaan transfer dana atau iming-iming bantuan. Hubungi langsung instansi terkait atau pejabat yang bersangkutan untuk memastikan kebenaran informasi sebelum mengambil tindakan apa pun.























