8 Nagari Masih Terisolasi Pasca Banjir Sumbar, Logistik Terus Dikirim

Pasca Banjir Sumbar
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto melaporkan kondisi terkini wilayah terdampak di Sumbar pasca banjir saat rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto, Minggu (7/12/2025). (Foto: Sekretariat Presiden)

Patrolmedia, Jakarta – BNPB mencatat sebanyak 5 nagari di Kabupaten Agam dan 3 nagari di Kabupaten Pesisir Selatan saat ini masih terisolasi akibat kerusakan akses jalan pasca banjir Sumbar.

Video: BNPB Update Kondisi Terkini Wilayah Sumbar Terdampak Banjir

Kondisi itu disampaikan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto, Minggu malam (7/12/2025).

“Sumatera barat kami laporkan kondisinya sudah lebih baik. Tinggal 2 kabupaten masih penanganan khusus yaitu agam, ini ada beberapa kecamatan, ada 5 nagari yang masih terisolasi dan pesisir selatan ada 1 kecamatan dan 3 nagari yang terisolasi,” kata Suharyanto, dikutip dari siaran Youtube Sekretariat Presiden, Senin (8/12/2025).

Untuk wilayah Pesisir Selatan, pendistribusian logistik masih dilakukan lewat udara. Sementara di Agam, suplai bantuan sudah bisa ditempuh lewat udara, darat, maupun jalur air.

Jalan Nasional Tinggal Satu yang Belum Pulih

Suharyanto menjelaskan, jalur transportasi di Sumbar di jalan nasional mulai berangsur pulih.

“Untuk jalan nasional tinggal satu yang masih terdampak, yaitu jalur Padang-Bukittinggi lewat Lembah Anai. Tapi tidak terputus total karena tersedia sejumlah jalan alternatif,” ujarnya.

“Tapi tidak terputus sama sekali bapak Presiden, karena untuk menuju padang ke Bukit Tinggi itu bisa ada jalan-jalan alternatif,” lanjutnya.

Sejumlah proyek perbaikan jalan provinsi juga tengah dikebut:

  • Sicincin (Padang Pariaman) – Malalak (Agam): ditargetkan selesai dalam 3 minggu
  • Padang Luar – Bukittinggi – Maninjau: diperkirakan beres dalam 1 minggu

Distribusi Logistik Hampir 100%

Suharyanto menyampaikan, logistik bantuan yang dipusatkan di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) telah tersalurkan mencapai 98,8 ton, dengan sisa stok 24,12 ton yang siap dikirim.

Di sisi lain, komunikasi dan listrik di Sumbar sudah pulih 100 persen.

“Untuk air secara perlahan masih ada 21 kecamatan dan 7 kabupaten kota yang masih dipulihkan,” katanya.

Alutsista Dikerahkan, 14 Kapal AL Siaga

BNPB memastikan dukungan alutsista TNI cukup untuk mempercepat pendistribusian bantuan ke daerah terdampak pasca banjir Sumbar.

“Kami gunakan berbagai alat transportasi, baik udara, milik TN AU, kemudian kapal laut. Kami laporkan juga dari TNI AL juga mendukung 14 kapal laut. kalau memang barangnya banyak kami juga menggerakkan carter dari swasta,” terangnya.

Kebutuhan Anggaran Pemulihan Rp 13,52 Triliun

Suharyanto mengatakan hasil kalkulasi sementara Kementerian PUPR menunjukkan bahwa pemulihan infrastruktur dan fasum di Sumbar membutuhkan anggaran Rp 13,52 triliun.

Biaya itu baik untuk mengembalikan kondisi seperti sebelum bencana maupun meningkatkan ketahanan di masa mendatang.

Suharyanto juga menyampaikan ketersediaan logistik nasional di Lanud Halim Perdanakusuma, terus berdatangan.

“Sekarang di Halim Perdana Kusuma kami memiliki stok 629.765 kg barang-barang. Ini kami salurkan ke Sumatera, baik ke Aceh, ke Sumbar maupun ke Sumut,” tuturnya.

BNPB bersama seluruh instansi terkait terus mengakselerasi penanganan darurat hingga kawasan terisolasi dapat terbuka sepenuhnya.

 

(Ipl/Ft)