
Patrolmedia, Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah / APBD Batam tahun 2026 diproyeksikan mencapai Rp4,7 triliun.
Angka APBD Batam itu merupakan cerminan optimisme Pemerintah Kota dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Bahkan, Amsakar menyebut lebih dari 50 persen atau sekitar Rp2,5 triliun berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Artinya, kekuatan pendapatan daerah kita sudah menjadi penopang utama pembangunan Kota Batam,” kata Amsakar saat membuka Rapat Koordinasi Pendapatan Daerah Wilayah Se-Sumatera, Jawa, dan Kalimantan terkait Optimalisasi Pendapatan Daerah di Harmoni One Hotel, Selasa (30/9/2025).
Dalam kegiatan yang digelar Bapenda Batam itu, Ia juga mengungkap bahwa pada 2024 lalu, Batam berhasil mencatatkan kunjungan 1,3 juta wisatawan mancanegara dan 3,3 juta wisatawan domestik.
Menurutnya, kehadiran peserta dari berbagai daerah dapat menjadi media promosi yang efektif.
“Kehadiran rekan-rekan semua dapat menjadi penyambung lidah kami untuk mengkomunikasikan dengan rekan-rekan di daerah lain, rekomendasikan Batam sebagai destinasi,” ajaknya.
Amsakar menjelaskan keunikan Batam yang memiliki 2 entitas, yakni Badan Pengusahaan (BP) Batam dan Pemerintah Kota Batam.
Dahulu, katanya, kedua entitas ini kerap berjalan sendiri-sendiri. Namun, dengan kebijakan pemerintah pusat yang menetapkan wali kota dan wakil wali kota sebagai ex officio Kepala BP dan Wakil Kepala BP Batam, kini keduanya berjalan seiringan.
“Analogi kedua entitas ini seperti satu kapal dengan dua mesin, kecepatannya jadi jauh lebih kencang,” sebutnya.
Selanjutnya, ia menekankan rapat koordinasi ini memiliki substansi penting, yaitu menyamakan pola pikir dan langkah antar daerah.
Tujuannya agar tercipta kebijakan dan strategi bersama dalam mengoptimalkan pendapatan daerah.
“Mudah-mudahan ada benang merah yang bisa dijadikan pola sikap dan pola tindak untuk diterapkan di daerah masing-masing,” sebutnya.
Amsakar pun menyampaikan rasa bangga atas dipilihnya Batam sebagai lokasi pelaksanaan rapat koordinasi tersebut.
“Selamat datang di Kota Batam, sungguh kami sangat berbangga dan berbahagia. Ini semakin menegaskan Batam sebagai kota MICE di Indonesia,” ucapnya.
Kepala Bapenda Kota Batam, Raja Azmansyah, juga mengapresiasi atas ditunjuknya Batam sebagai tuan rumah rakor optimalisasi pendapatan daerah.
Menurutnya, rakor ini merupakan momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi antar daerah.
“Kami bersyukur Batam dipercaya menyelenggarakan kegiatan ini. Harapannya dapat meningkatkan sinergi dalam rangka optimalisasi pendapatan daerah,” ujar Raja.
Rakor ini di ikuti 400 peserta dari 21 provinsi yang membahas soal strategi pengelolaan pajak daerah, inovasi dalam pemungutan retribusi, hingga peningkatan kapasitas sumber daya aparatur di bidang pendapatan.
Pemko Batam berharap lahirnya kesepahaman antar daerah untuk memperkuat pendapatan asli daerah sebagai motor penggerak pembangunan.
(Iwn/Ft)






















