Video: Bencana Banjir Pakistan, 178 Orang Tewas

Banjir Pakistan
BANJIR MAUT - Potongan video yang memperlihatkan rumah ditelan banjir di Provinsi Punjab, Pakistan. Hingga pertengahan Juli 2025, jumlah korban tewas sudah mencapai 178 orang.
Banjir Pakistan
Sebuah bangunan ruko 2 lantai ambruk dihantam banjir di Provinsi Punjab, Pakistan. Hingga pertengahan Juli 2025, jumlah korban tewas sudah mencapai 178 orang.

Patrolmedia, Islamabad -:- Bencana banjir Pakistan telah menewaskan sebanyak 178 orang hingga pertengahan Juli 2025 akibat hujan deras disertai cuaca ekstrem.

Video: Bencana Banjir di Pakistan yang Menewaskan Ratusan Warga

Hingga Jumat (18/7/2025) intensitas curah hujan masih tinggi di wilayah Pakistan timur yang membuat porak-poranda negara itu, sejak Rabu lalu (16/7/2025), dilansir Al-Jazeera.

Rawalpindi, salah satu wilayah paling padat di Provinsi Punjab terdampak banjir parah.

Rumah ambruk, jalanan hancur, banyak yang tenggelam, dan ratusan nyawa melayang.

Selain itu, properti milik warga seperti mobil dan motor dibawa arus banjir akibat hujan lebat.

Otoritas Penanggulangan Bencana Nasional Pakistan melaporkan, dari 178 orang tewas, 85 di antaranya anak-anak.

Dalam waktu 24 jam terakhir, 57 orang tercatat meninggal dunia.

Penyebab utamanya adalah rumah-rumah warga yang tak kuat menahan guyuran hujan dan akhirnya ambruk menimpa penghuninya.

Selain itu, banyak korban meninggal tertimbun bangunan sendiri.

Sementara itu, tim penyelamat jungkir balik pakai perahu kecil buat evakuasi warga dari desa-desa sepanjang sungai, meskipun belum maksimal.

Suasana banjir Pakistan in terlihat begitu mencekam.

Seorang petani, Tariq Mehbood Bhatti (51) mengatakan, anak-anak berteriak meminta tolong.

Sementara para perempuan berdiri di atas atap rumah, melambai-lambai minta diselamatkan. Air naik terlalu cepat, warga nggak sempat kabur.

Dan ini belum selesai. Cuaca ekstrem semacam ini makin sering terjadi di Pakistan.

Tahun 2022 lalu, banjir monsoon bahkan merenggut lebih dari 1.700 nyawa dan membuat puluhan ribu orang kehilangan rumah.

 

Editor: Fatmi Rahim