
Patrolmedia, Islamabad -:- Pakistan kecam AS atas serangan yang menargetkan pusat fasilitas nuklir Iran pada Sabtu lalu (21/6/2025).
Pemboman pusat nuklir Iran itu diperintahkan Presiden Donald Trump untuk membantu Israel.
Padahal, Islamabad berencana akan memberikan Presiden AS hadiah nobel perdamaian.
Pakistan pada Minggu (22/6/2025) mengatakan keputusan Trump mengebom fasilitas nuklir Iran melanggar hukum internasional.
Seharusnya, diplomasi lah jalan satu-satunya untuk menyelesaikan krisis Iran.
Kementerian Luar Negeri Pakistan, Shehbaz Sharif mengatakan, peningkatan ketegangan dan kekerasan yang belum pernah terjadi sebelumnya, akibat agresi yang terus berlanjut terhadap Iran, sangat mengganggu.
“Peningkatan ketegangan lebih lanjut akan berdampak sangat merugikan bagi kawasan dan sekitarnya,” kata Sharif, sebagaimana dilansir Reuters, Senin (23/6/2025).
Pada Minggu, Sharif menelepon Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan menyampaikan kecaman Pakistan atas serangan AS.
Menteri Informasi Pakistan dan Kementerian Luar Negeri tidak menanggapi permintaan komentar mengenai kontradiksi yang tampak dalam posisi negara tersebut selama akhir pekan.
Di kota terbesar Pakistan, Karachi, ribuan orang berbaris untuk memprotes serangan AS dan Israel terhadap Iran.
Bendera Amerika berukuran besar dengan gambar Trump di atasnya dibentangkan di jalan agar para demonstran dapat menginjakkan kaki dan berjalan melewatinya.
Para demonstran meneriakkan yel-yel menentang Amerika, Israel, dan musuh regional Pakistan, India.
Editor: Fatmi Rahim






















