
Para pengunjung juga memasuki Gedung Jenderal Sudirman. Penamaan gedung ini sebagai penghormatan kepada Jenderal Soedirman, Panglima Besar TNI pertama.
Ia dikenal sebagai sosok perwira tinggi yang dihormati pada masa Revolusi Nasional Indonesia.
Kini, Gedung Jenderal Sudirman difungsikan untuk perkantoran pimpinan Kemhan termasuk ruang kerja Menteri Pertahanan, Wakil Menteri Pertahanan, Sekretaris Jenderal, dan Inspektur Jenderal Kemhan.
Masyarakat diperkenankan juga menelusuri Lorong Sejarah dan mendapatkan penjelasan mendalam dari pemandu.
Pengunjung bisa mengenai berbagai artefak, foto, dan informasi penting terkait sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
Lorong ini menjadi jendela bagi generasi penerus untuk memahami nilai-nilai perjuangan dan pengorbanan para pahlawan.
Terakhir, masyarakat diajak untuk merasakan langsung ketangguhan kendaraan taktis Maung produksi PT Pindad (Persero).
Kesempatan untuk menaiki kendaraan kebanggaan nasional ini memberi pengalaman tak terlupakan dan menumbuhkan rasa bangga terhadap industri pertahanan dalam negeri.
Brigjen Frega menambahkan, dengan dibukanya kembali Lorong Sejarah ini, diharapkan dapat menjadi sarana edukasi yang efektif bagi masyarakat.
“Lorong sejarah ini juga siharapkan dapat diketahui para generasi muda, dalam menanamkan nilai-nilai sejarah perjuangan bangsa, memperkuat rasa nasionalisme, dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga NKRI,” pungkasnya.
Editor: Fatmi Rahim





















